SOSOK

Kisah Rusdan, Penyelamat Penyu di Kepulauan Derawan

Rusdan Saat Mengumpulkan Telur Penyu Untuk Dilestarikan di Balai Konservasi Pulau Derawan. (Foto : Ferry/Kate.id)

KEBERADAAN penyu di Kepulauan Derawan Kabupaten Berau, Kaltim kian terancam. Hal ini membuat Rusdan tergerak ikut andil menjaga kelestarian satwa dilindungi ini.

Karenanya selain sehari-hari bekerja sebagai nelayan, Rusdan juga berperan sebagai aktivis Balai Lingkungan Hidup (BLH) Konservasi Penyu Kepulauan Derawan. Bersama timnya, dia terus melakukan penjagaan dan penyelamatan penyu.

Diketahui, penyu hijau saat ini merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah. Bahkan sejauh ini populasinya hanya berkisar 200 ekor saja.

Bertepatan saat mengumpulkan telur penyu di bibir pantai Kepulauan Derawan, Rusdan menjelaskan bahwa dirinya bersama rekannya yang lain melakukan konservasi penyu atas dasar kepedulian.

Bahkan dirinya menegaskan tidak diberikan gaji sama sekali. Dalam menjalankan tugasnya di Balai Konservasi penyu selama tiga tahun terakhir.

“Jujur saja tidak ada gaji. Kami tidak digaji sama sekali. Kami cuma relawan aja. Kami peduli penyu,” tutur Rusdan.

“Kalau bukan kami siapa lagi. Dan kami hanya berharap belas kasihan tamu saja,” tambahnya.

Upaya penyelamatan seperti ini dilakukan selain melihat populasi penyu hijau yang makin langka. Dia juga ingin agar Pulau Derawan terjaga dari para pencuri telur penyu dan pencuri sisik penyu.

“Kami cukup beri contoh sama mereka, jangan sampai anak cucu kita tidak melihat penyu. Ini kan penyu hijau di kaltim terancam hampir punah,” tegas Rusdan.

Oleh karenanya, sebagai orang yang berjuang menyelamatkan populasi penyu hijau, Rusdan berharap para wisatawan dan masyarakat mendukung gerakan penyelamatan penyu hijau.

“Harapan saya mudah-mudahanlah ada perhatiannya untuk menjaga habitat penyu hijau di Kepulauan Derawan,” tandasnya. (fer)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top