POLITIK

KIK Maloy Berpotensi Menambah Pendapatan Daerah Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Kawasan Industri Khusus (KIK) berpotensi menambah pendapatan daerah Kaltim. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang.

Kata dia, belum disetujuinya Peraturan Daerah (Perda) KIK Maloy saat Rapat Paripurna Ke-37 beberapa waktu silam dikarenakan masih ada arahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) I. Membuat Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang turut bersuara.

Dijelaskan Veridiana, KIK Maloy memang merupakan bagian dari kawasan bisnis di Kaltim. Namun terlepas dari hal itu juga harus memiliki regulasi yang jelas. Terutama regulasi yang menyangkut Perda zonasi.

“Kita belum bisa berbicara mengenai kawasan Maloy itu karena Perdanya kemarin dibatalkan. Maloy harus jelas dahulu regulasinya. Memang di tata ruang kita Maloy itu bagian dari bisnis,” sebut Veridiana melalui sambungan telpon, Selasa (22/12/2020).

“Tetapi, perlu ada regulasi dan Perda tentang zonasi. Kemarin dibatalkan karena belum memenuhi syarat,” tambahnya.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Pemprov Kaltim, KIK Maloy itu mejadi kawasan oleochemical, dan kawasan ekonomi. Sehingga menurut politisi PDI Perjuangan ini, KIK Maloy tentu berpeluang besar menambah pendapatan daerah.

“Kita punya peluang besar untuk pendapatan daerah dari sana. Tetapi untuk bisa ke sana, perlu regulasi. Sekarang, kami tunggu pemerintah karena syarat yg disampaikan pemerintah kepada kita belum terpenuhi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Veridiana berharap jika KIK Maloy bisa difungsikan secepatnya agar Kaltim mendapatkan manfaat pendapatan daerah.

“Kalau itu bisa difungsikan secepatnya, Kaltim akan dapat manfaatnya secara cepat untuk kontribusi pendapatan daerah. Dari kami DPRD Kaltim siap aja, tetapi Pemprov-nya akan bergerak cepat atau tidak,” pungkasnya. (fer)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

POPULER

To Top