SAINS & TEKNO

Vivo Indonesia Targetkan Produksi Satu Juta Ponsel Per Bulan

Ilustrasi ponsel Vivo. (Foto: Vivo)

JAKARTA, Kate.id – Vivo Indonesia kian mengembangkan usahanya. Terbaru, Vivo menargetkan kapasitas produksi satu juta unit ponsel pintar per bulan pada 2021. Sebagaimana diungkapkan Brand Director Vivo Smartphone Indonesia, Edy Kusuma dalam acara Selular Digital Telco Outlook, Rabu (16/12/2020).

“Sebenarnya memang target kami bagaimana kami mencapai satu juta unit kapasitas produksi per bulan. Ini yang coba kita kejar di tahun depan,” tutur Edy.

Dalam hal ini Vivo Indonesia berencana melakukan ekspansi bisnis dan pabrik tahun depan. Saat ini, Vivo Indonesia telah memiliki pabrik sendiri di Cikupa, Tangerang. Ini dimungkinkan berkat regulasi pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang telah diberlakukan September lalu.

“Dengan adanya regulasi ini, juga akan berdampak positif kita akan bisa nambah karyawan, kita menambah SDM dari lokal, dan juga pajak yang diberikan pemerintah ekspansi bisnis, ekspansi pabrik itu juga akan sangat dikejar di tahun depan,” urai Edy.

Bukan hanya regulasi pengendalian IMEI, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga mendorong Vivo sebagai produsen smartphone untuk menyeimbangkan tantangan pasar. Yaitu bagaimana menghadirkan inovasi produk, di sisi lain juga mengatasi tantangan industri dalam hal keterbatasan infrastruktur teknologi dan juga perangkat.

“Untuk Vivo sendiri sudah berkomitmen dalam menjalankan TKDN ini sejak tahun 2016, sehingga regulasi TKDN di tahun 2017 kami usaha untuk penuhi. Sampai saat ini 6 tahun Vivo Indonesia komitmen TKDN sudah sampai 30 persen capaian tahun ini,” sebut Edy.

Sementara itu, pertumbuhan smartphone di Indonesia tahun ini mengalami tantangan, terutama pada kuartal pertama dan juga pada kuartal kedua. Namun pada 2021 Edy optimistis bisa memberikan kejutan bagi konsumen.

“Jadi, kami masih tetap percaya bahwa industri smartphone masih akan berkembang sampai tahun depan,” tuturnya.

“Apalagi regulasi IMEI yang dicanangkan sejak 2017 ini dan berlaku tahun ini, mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah hal yang positif bagi kami. Karena sebagai produsen teknologi bisa mendukung pemerintah merupakan bagian dari apa yang akan kami terus konsisten akan lakukan,” tegas Edy. (luk)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top