METROPOLIS

Kaltim Dapat Banpres Produktif Usaha Mikro Rp 214 Miliar

Presiden Jokowi saat memberikan Banpres Produktif secara simbolis beberapa waktu lalu. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

SAMARINDA, Kate.id – Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat alokasi penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) lumayan besar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM.

Secara keseluruhan banpres untuk membantu usaha mikro terdampak pandemi Covid-19 mencapai Rp214 miliar. Dana BPUM sebagian telah disalurkan melalui BRI dan BNI.

“Hingga 10 November 2020, progres BPUM yang sudah tersalur mencapai 68 persen. Kami targetkan sebelum 31 Desember 2020, penyaluran BPUM sudah mencapai 100 persen,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor, Kamis (10/12/2020) dalam siaran resmi Pemprov Kaltim.

BPUM untuk Kaltim sudah memasuki tahap kedua. Tahap pertama 16.018 penerima dari usulan lebih 38.000 penerima. Tahap kedua alokasi 89.258 penerima dari usulan 135.000 penerima. Roby mengungkapkan Kaltim masih mengusulkan tambahan BPUM untuk 39.864 penerima. Setiap usaha mikro akan menerima bantuan presiden sebesar Rp2,4 juta.

Lebih jauh mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu menguraikan bantuan adalah upaya konkret pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro yang sangat membutuhkan.

Diharapkan mereka dapat memanfaatkan untuk menambah modal usaha yang terimbas pandemi Covid-19 lebih dari 8 bulan berjalan. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Penyaluran BPUM di Kaltim pun telah dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi dan Asisten Deputi Bidang Simpan Pinjam Masyrifah.

“BPUM harus tepat sasaran dan tepat pemanfaatan untuk membantu pelaku usaha mikro yang terdampak. Harus cepat realisasinya. Kami melihat Kaltim cukup agresif merespon program ini,” puji Ahmad Zabadi saat melakukan monitoring ke Kaltim, pertengahan November lalu. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top