METROPOLIS

84 Dasa Wisma Desa Batuah Bergerak Ciptakan Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara

Anggota Dasa Wisma di Desa Batuah, Loa Janan, Kukak, menunjukkan kreasi Bolu Kangkung. (Foto: istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kegiatan penciptaan ketahanan pangan terus dilakukan di segala lapisan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Tak terkecuali di kalangan kaum perempuan yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui program Dasa Wisma.

Salah satunya di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Di desa dengan sepuluh dusun dan 49 RT ini, terdapat 84 Dasa Wisma berbasis ketahanan pangan hortikultura. Malahan pada beberapa RT terdapat tiga sampai empat Dasa Wisma.

“Tujuan dibentuknya Dasa Wisma adalah ujung tombaknya PKK. Jadi seluruh anggota Desa Wisma punya andil yang sama dalam membangun dan mengembangkan kebun tersebut,” tutur Ketua Pengerak PKK Desa Batuah, Evi Wardhana.

Dijelaskan, terdaoat peran pemerintah desa (Pemdes) serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam berkembangnya kegiatan Dasa Wisma ini. Pemdes dan PPL Batuah kreatif dalam menciptakan langkah-langkah inovasi, terutama untuk kaum ibu.

Dijelaskan, keberadaan Desa Wisma ini supaya saling bersinergi membangun tempat ketahanan pangan. Yaitu melalui bercocok tanam sayuran atau membuat konsep kebun yang berbeda dengan kreativitas di dalamnya.

Hal ini tampak pada beberapa Dasa Wisma yang menambahkan fasilitas meliputi kolam ikan, gazebo, tempat swafoto, sampai arena bermain anak-anak. Menurut Evi, fasilitas-fasilitas ini menjadi daya tarik tambahan bagi Dasa Wisma di Batuah.

Ke depannya Dasa Wisma ini dapat membangkitkan usaha seperti sayur-mayur atau produk olahan yang dapat dipasarkan ke masyarakat. Beberapa Dasa Wisma diketahui telah dapat mengelola produk sendiri semisal Dasa Wisma Asoka dengan olahan pupur dingin daun bidara, Dasa Wisma Melati dengan bolu kangkung, atau Dasa Wisma Pucuk dengan stik kangkung dan jahe instan.

“Produk dasa wisma itu banyak dan semuanya berasal dari olahan anggota dasa wisma sendiri. Dan sebagian produk dasa wisma sudah dipasarkan tetapi masih skala kecil,” beber Evi.

Karena itu ke depan diharapkan Dasa Wisma bisa memiliki legalitas berupa izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT). Yang saat ini masih berproses. Selain meningkatkan perekonomian, keberadaan Dasa Wisma juga diharapkan makin mengampanyekan penghijauan mulai dari hal terkecil dan membangkitkan semangat betapa pentingnya menanam hortikultura. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top