POLITIK

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Beberkan Ancaman dan Tantangan Negara

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid membeberkan serangkaian ancaman dan tantangan negara. Hal tersebut diungkapkannya ketika dipercaya menjadi pembicara di acara peningkatan pemahaman bela negara dan wawasan kebangsaan garapan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Dalam acara yang diikuti peserta dari perwakilan organisasi kepemudaan tersebut, Rasid menyinggung landasan dasar bernegara indonesia, ancaman dan tantangan bangsa. Indonesia diakui Rasid, diserang oleh ideologi masyarakat dunia.

Rasid menempatkan ideologi komunisme bagian ancaman dari ideologi global tersebut. Komunisme diartikan kepemilikan bersama atau sumber produksi seperti tanah, modal dan tenaga kerja.

Ideologi global lainnya adalah liberalisme, yang diartikan sederhana sebagai masyarakat ingin mengatur dirinya sendiri atau ingin bebas. Mempunyai pandangan tidak mau diatur oleh pemerintah dan agama.

Rasid juga menyebut ada ideologi sosialisme, yang mengatur negara secara kolegtif, dan membatasi kepemilikan swasta dan perorangan. Sementara kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dikuasai oleh swasta atau privat, untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, dari modal kecil yang dikeluarkan.

Rasid melanjutkan, prinsip negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagian dari konsensus keyakinan Sumpah Pemuda, yang bertekad satu tanah air bangsa dan bahasa Indonesia.

“NKRI sudah sangat pas dalam mempersatukan bangsa indonesia yang multietnis. Yang diperkuat dengan UUD 1945 agar Indonesia makin bersatu. Ini jangan ditawar-tawar lagi,” tegas Rasid.

Dia juga menekankan di hadapan peserta, makna Bhineka Tunggal Ika adalah memenuhi rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Menumbuhkan rasa patriotisme untuk keberlangsungan negara, serta saling tolong menolong. Juga kesadaran tanggung jawab menghormati lambang negara.

“Semoga NKRI tetap terjaga sampai selamanya,” harap Rasid. (hik)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top