METROPOLIS

Pemerintah Kaji Astagatra Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim

Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Yusup.. (Foto: Adi Suseno/Humasprov Kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Tim Menko Polhukam dipimpin Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Yusup mengunjungi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk kajian terkait rencana pemindahan ibu kota negara (IKN).

Laksda TNI Yusup menyampaikan kunjungan bertujuan mengkaji rencana pemindahan IKN dari sisi Astragatra. Yakni sebuah konsepsi dasar ketahanan nasional yang merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai menggunakan kemampuannya.

“Pengkajian Astragatra ini terdiri dari aspek alamiah (Tri Gatra) dan aspek sosial (Panca Gatra). Sehingga gabungan dari keduanya ini menjadi Astagatra,” kata Laksda TNI Yusup.

Tri Gatra meliputi gatra geografi, gatra kekayaan alam dan gatra kependudukan. Sementara Panca Gatra meliputi Ipoleksosbudhankam.

Sedangkan Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi Irjen Pol Agung Makbul menambahkan alasan penetapan Kaltim sebagai calon IKN tidak bisa dilepaskan dari sejarah (kerajaan pertama di Indonesia), filosofis, yuridis dan sosial.

“Empat faktor ini juga menjadi pertimbangan penting, mengapa Kaltim yang dipilih Presiden Joko Widodo,” tukasnya.

Wacana pemindahan IKN bukan isu baru. Rencana bergulir sejak era Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie dan Susilo Bambang Yudhoyono. Lokasi mulai Palangkaraya di Kalteng, Jonggol di Bogor, Sidrap di Sulawesi, Banyumas di Jawa Tengah, terakhir Penajam Paser Utara di Kaltim. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top