KESEHATAN

Dinkes Kutai Kartanegara Minta Masyarakat Tak Hakimi Pasien Covid-19

Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yulianti dalam podcast Mbahas Kesah Corona, disiarkan Senin (23/11/2020). (Foto: Humas PEmkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) dr Martina Yulianti meminta masyarakat untuk tidak menghakimi pasien Covid-19. Karena bisa jadi tertularnya virus tersebut bukan karena kesalahan pasien.

“Intinya begini, jangan berpikir bahwa orang yang sempat terkena Covid-19 itu aib bagi orang tersebut. Karena setiap kita pun pasti bisa terkena,” tutur Martina Yulianti dalam podcast Mbahas Kesah Corona yang disiarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Senin (23/11/2020).

Perempuan yang karib disapa Dokter Yuli itu menegaskan, tidak ada orang yang kebal terhadap Covid-19. Sekalipun itu dokter, profesor, bupati, wali kota, atau gubernur sekalipun. Kasus-kasus penularan yang menimpa pejabat pemerintah hingga menyebabkan kematian pun telah banyak diberitakan.

“Kita lihat sendiri kan, tidak ada orang yang kebal. Jadi janganlah kita menghakimi orang yang terkena Covid-19, belum tentu itu kesalahannya dia. Bisa mungkin karena dia secara tidak sengaja, mungkin ada anggota keluarganya yang membawa dari luar misalnya, jadi janganlah kita hakimi karena kita semua pun bisa kena,” urai Yuli.

Untuk itu masyarakat diminta untuk menyikapi penyebaran Covid-19 itu secara proporsional. Dalam hal ini yang harus dilakukan justru saling menjaga agar tidak tertular dan tidak menjadi penular.

Lebih lanjut Yuli meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada pasien Covid-19. Yang penting masyarakat tahu bahwa ketika dia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, yang penting jangan berjarak kurang dari satu meter, tidak menyentuh, kemudian selalu harus menggunakan masker.

“Misalnya nih orang terkonfirmasi kemudian isolasi mandiri di rumah. Jangan juga berpikir wah bahaya nih tetangga kita ada yang Covid, nanti menular ke tempat kita. Tidak seperti itu, karena virusnya tidak terbang,” terangnya.

“Jadi asal dia tetap berada di dalam kamarnya kemudian tidak keluar-keluar, itu sepuluh hari apabila dia tidak bergejala dia pasti akan sembuh. Dan itu aman. Artinya gejala ringan, tidak bergejala itu bisa isolasi mandiri di rumah. Dan ketika dia sudah sembuh ya sudah, tidak perlu dikhawatirkan lagi,” tambah Yuli. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top