HUKUM & KRIMINAL

Satgas Covid-19 Kutai Kartanegara Perangi Hoaks di Tengah Pandemi

Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Kukar AKBP Irwan M Ginting (kanan) saat terjun langsung ke pasar memberikan imbauan pentingnya menggunakan masker. (Foto: Humas Polres Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Selain melawan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Satuan Tegas (Satgas) Covid-19 juga aktif menangkal keberadaan berita palsu alias hoaks perihal virus asal Tiongkok tersebut.

Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Kukar AKBP Irwan M Ginting menerangkan, aparat kepolisian memiliki unit IT yang selalu memantau perkembangan berita di media sosial. Tim ini yang melakukan konter ataupun take down terhadap berita-berita hoaks mengenai Covid-19.

Sementara secara langsung, seluruh personel kepolisian di Kukar mulai dari Bhabinkamtibmas untuk tingkat desa, Polsek di tingkat kecamatan, dan Polres sendiri di tingkat kabupaten terjun ke masyarakat.

“Secara rutin 1×24 jam kami lakukan sosialisasi dan imbauan-imbauan kepada masyarakat. Setiap hari terjadwal dan itu dilaporkan kegiatannya, orang per orang,” ungkap Irwan yang juga menjabat Kapolres Kukar, dalam podcast ‘Mbahas Kesah Corona’ garapan Pemkab Kukar.

Masing-masing personel ini, jelasnya, dilibatkan dalam upaya sosialisasi bahaya Covid-19 termasuk dalam pemberian imbauan perihal hoaks. Semua personel yang dilibatkan ini terdaftar di aplikasi operasi 3M.

“Jadi mereka setiap hari kegiatannya mereka itu selalu mereka unggah di aplikasi. Memang perintah Kapolres, kami harus dan wajib terlibat dalam kegiatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebagai perlindungan, pengayom masyarakat sudah berkewajiban memang melakukan kegiatan-kegiatan imbauan kepada masyarakat,” beber Irwan.

Di internal Polres sendiri Irwan menyebut sudah melakukan langkah-langkah pencegahan. Meliputi rapid test secara menyeluruh pada personel kepolisian. Apabila anggota terkonfirmasi reaktif maka akan dilakukan swab test.

“Dari pengecekan secara menyuluruh tadi kami menemukan 35 anggota terkonfirmasi. Ini kami ambil langkah-langkah melakukan karantina, kerja sama dengan Gugus Tugas. Alhamdulillah sekarang sisa delapan anggota. Insyaallah segera sembuh,” urainya.

Untuk langkah ke depan, Irwan menyatakan setiap anggotanya yang akan turun ke lapangan melaksanakan pengamanan maupun kegiatan di masyarakat mesti dicek dahulu kondisi kesehatannya. Apabila terjangkit maka akan langsung diisolasi. Ini untuk memastikan anggota yang turun ke lapangan itu sudah benar-benar sehat.

“Kalau ini tidak kami lakukan, secara tidak sengaja kalau ada anggota yang ternyata terpapar positif, dia melaksanakan pengamanan ke sana kemari, justru dia yang menyebarkan. Nah itu yang kami antisipasi,” terangnya.

Irwan menegaskan bahwa Covid-19 ini benar-benar nyata. Siapa saja, di mana saja, bisa terpapar. Terbukti polisi juga tertular, sehingga memang virus ini tidak memandang siapapun, tidak memandang seragam.

“Ini bisa kita putus kalau secara bersama-sama. Masyarakat, pemerintah daerah, TNI, seluruh elemen masyarakat itu bersama-sama mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran dan itu baru mungkin akan terjadi penurunan. Dan insyaallah akan klir,” tandasnya. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

POPULER

To Top