EKONOMI & BISNIS

Disbun Kutai Kartanegara Kembangkan Kemitraan Usaha Perkebunan Berkelanjutan

Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufik. (Foto: Disbun Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Upaya mempermudah perkebunan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perkebunan (Disbun).

Terbaru, Disbun Kukar merilis proyek pembaharuan yaitu Pengembangan Kemitraan Usaha Perkebunan Berkelanjutan (Bangmus Kebulan) melalui legalisasi usaha perkebunan rakyat berbasis sistem informasi manajemen kemitraan di Kukar.

“Maksud pengembangan kemitraan itu, perusahaan perkebunan besar ada kewajiban untuk menjalin kemitraan dengan pekebun rakyat,” ungkap Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufik, Rabu (11/11/2020).

Kata dia, masyarakat yang mempunyai kebun mesti mendaftar terlebih dahulu ke Disbun Kukar. Supaya bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan besar. Hal ini sebagai legalisasi pemerintah bahwa kebun tersebut telah terdaftar dan dapat menjalin kemitraan.

“Masyarakat dapat mendaftarkan kebunnya melalui Aplikasi Sistem Informasi Pendaftaran dan Kemitraan Perkebunan Berkelanjutan (Sida Rakat) dan bisa diakses di http://sidarakat.kukarkab.go.id,” sebut Taufik.

Dalam pendaftaran ini, persyaratan yang harus disiapkan di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat alas tanah, titik koordinat dan surat pengantar dari desa atau kelurahan. Kemudian kebun tersebut tidak masuk dalam kawasan hutan.

Jika pekebunan masyarakat sudah mendapat legalitas dari Disbun Kukar, maka perusahaan besar tidak ragu lagi dalam bermitra dengan pekebun rakyat. Hal itu karena status kebun jelas dan tidak tumpang tindih dengan kawasan lain.

“Jadi fungsi aplikasi tersebut untuk legalisasi bahwa kebun tersebut benar dan tidak tumpang tindih,” terang Taufik.

Dalam hal ini Disbun Kukar bakal menfasilitasi masyarakat untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan. Misalnya di area perkebunan mereka ada perusahaan A, maka pihaknya akan menghubungkan dengan perusahaan tersebut untuk bermitra. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top