POLITIK

APBD Kaltim Masih Terganjal Usulan Dua Proyek MYC dari Pemprov

Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Pengesahan APBD Kaltim masih terganjal usulan dua proyek multi years contract (MYC) dari pemerintah provinsi (pemprov). Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Rabu (11/11/2020).

Kata dia, DPRD Kaltim saat ini terus mengejar pengesahan APBD Murni Tahun Anggaran (TA) 2021. Namun pengesahan tersebut diperkirakan akan molor lantaran terganjal usulan dua proyek MYC yang sedang dihentikan.

“Pembahsan APBD TA 2021 kami belum tahu apakah optimistis selesai akhir bulan ini ataukah tidak. Karena saat ini kondisinya juga terganjal terkait usulan kedua proyek MYC,” terang legislator dari Fraksi PAN tersebut.

Dari penundaan itu Sigit menyayangkan sikap Pemprov Kaltim yang terkesan memaksakan pengesahan usulan dua proyek MYC.

“Terus terang saja Gubernur Kaltim baru bersurat ke dewan. Jadi persiapannya juga belum tahu kenapa hal itu kok terkesan dipaksakan,” sebutnya.

Meskipun pengesahan APBD Kaltim TA 2021 terancam molor, Sigit membeberkan jika proyeksi APBD TA 2021 telah mengalami perubahan menjadi sekira Rp 11 Triliun.

“Di rapat Banggar itu informasi terakhir terkait proyeksi APBD murni 2021 di angka kurang lebih Rp 11 Triliun,” bebernya.

Meski APBD Kaltim TA 2021 bertambah, dari penambahan tersebut dewan juga mempertanyakan sikap Pemprov Kaltim. Lantaran tidak kunjung konsisten menetapkan besaran anggaran tersebut.

“Itu juga yang membuat dewan bertanya-tanya lagi. Ini kan sudah kami bahas di awal nilainya Rp 9 triliun. Kemudian ada pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH, Red.) kita jadi di angka Rp 8 triliun. Kemudian terakhir tiba-tiba muncul lagi di angka Rp 11 Triliun,” imbuhnya.

Menurut penjelasan yang diberikan Sigit, penambahan anggaran sebanyak Rp 2 triliun tersebut berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2020. Tetapi sekali lagi, dewan ingin meminta penjelasan lebih mendalam mengapa keputusan tersebut bisa berubah kembali.

“Nah itu juga perlu penjelasan mendalam lagi kenapa bisa berubah. Tetapi intinya sumber penambahan Rp 2 triliun itu dari Silpa,” tandasnya. (fer)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top