EKONOMI & BISNIS

Produksi Jagung Kutai Kartanegara Menjanjikan, Produksi Mesti Ditingkatkan

Plt Bupati Kukar Chairil Anwar dalam panen raya jagung hibrida, Senin (9/11/2020). (Foto: Humas Pemkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Produksi jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mesti ditingkatkan. Sebagaimana diungkapkan Kabid Produksi Tamanan Pangan Rini Susilowati saat panen raya Gabungan Kelompok Tani (Gapotkan) Subur Makmur Desa Loa Lepu, Senin (9/11/2020).

Mewakili Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Kaltim, Rini mengapresiasi atas panen raya jagung hibrida oleh gabungan kelompok tani Subur Makmur Loa Lepu.

“Luar biasa, mudah-mudahan dengan panen hibrida ini mendapat berkah. Terus tingkatkan kualitas panen, sehingga mutu produk jagung hibrida menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi para petani,” tutur Rini.

Dikatakan, produksi jagung hibrida tahun ini mengalami penurunan. Dari tahun 2019 produksinya mencapai 116 ton/tahun dan pada tahun 2020 turun menjadi 64 ribu Ton.

“Ya, ada penurunan produksi jagung hibrida dibanding tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan bantuan benih dari pemerintah pusat menurun. Sebelumnya bantuan benih 23 ha turun tahun 2020 menjadi 15 ribu hektare. Kendati ada penurunan, ayo bersama maju membangun ketahanan pangan di bumi Kaltim dan Indonesia,” tutur Rini.

Sementara itu Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar yang hadir dalam kegiatan panen itu menuturkan, penanaman jagung hibrida tersebut merupakan salah satu dari program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pangan.

“Kawasan Tenggarong Seberang ini juga salah satu kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru. Tentu ketahanan pangan di Kukar harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Untuk itu Chairil mendorong supaya penanaman jagung hibrida di Loa Lepu terus dilakukan. Lantaran apa yang dihasilkan dari panen saat ini begitu menjanjikan dengan luasan satu hektare saja sudah menghasilkan 7,9 ton.

“Terus Ikhtiar dan berusaha, tingkatkan produksi pertanian, termasuk jagung hibrida. Saya berharap ke depannya dalam 1 hektare lahan, bisa menghasilkan 10 ton sekali panen. Saya juga minta dinas terkait melalui para penyuluh pertanian agar terus melakukan pembinaan ke warga tani, sehingga kualitas produksi yang dihasilkan berdaya saing, ” harapnya. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top