INTERNASIONAL

Joe Biden Menangkan Pilpres Amerika Serikat, Kamala Harris Cetak Sejarah

Joe Biden (kanan) dan wakilnya, Kamala Harris. (Foto: Andrew Harnik/AJC)

Kate.id – Amerika Serikat memiliki pemimpin baru. Adalah Joe Biden, kandidat Partai yang diumumkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat pada Sabtu (7/11/2020) waktu setempat.

Kemenangan itu diraih Biden saat para pemilih dengan tegas menolak kepemimpinan yang gaduh dari petahana dari Partai Republik Donald Trump. Para pemilih menyambut janji Biden tentang upaya baru dalam melawan pandemi Covid-19, memperbaiki ekonomi dan menyembuhkan bangsa yang terpecah.

Berumur 77 tahun, Biden menjadi kandidat tertua yang terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Setelah Trump secara signifikan gagal memperluas daya tariknya untuk menjangkau kelompok di luar pemilih kulit putih pedesaan dan kelas pekerja yang berkomitmen mendukung populisme sayap kanan dan nasionalisme ‘Amerika Urutan Pertama’.

Edison Research dan sejumlah jaringan televisi besar, termasuk CNN dan NBC, telah memproyeksikan bahwa Biden akan mengantongi lebih dari 270 suara Electoral College. Jumlah itu dibutuhkan untuk muncul sebagai pemenang dalam sistem pemilihan presiden berdasarkan negara-negara bagian yang kompleks. Sekalipun kampanye Trump memperdebatkan penghitungan suara di pengadilan dan mengupayakan penghitungan ulang di satu negara bagian.

Biden unggul dengan perolehan suara Electoral College 273 dibanding 214 dalam pemungutan suara Electoral College negara bagian demi negara bagian yang menentukan pemenang, setelah memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania untuk menempatkannya di atas 270, angka yang dibutuhkan untuk mengamankan kursi kepresidenan, menurut Edison Research.

Di saat yang sama, wakil Biden, Kamala Harris turut mencetak sejarah. Dia terpilih sebagai wakil presiden dari Joe Biden dan menjadi perempuan pertama, orang Amerika berkulit hitam pertama dan warga Amerika keturunan Asia pertama yang memenangkan posisi tertinggi kedua di pemerintahan Amerika Serikat.

Harris yang berusia 56 secara luas dipandang sebagai kandidat yang jelas untuk nominasi Partai Demokrat pada 2024 jika Biden, yang akan berusia 78 tahun pada pelantikan mereka pada 20 Januari, memutuskan untuk tidak mengejar periode jabatan kedua. Harris belum mempertimbangkan spekulasi tersebut secara terbuka.

Waktunya Menyembuhkan Perpecahan

Donald Trump. (Foto: The Independent)

Biden yang menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat mengatakan, kini waktunya bagi Amerika Serikat untuk menyembuhkan perpecahan yang ditinggalkan oleh kampanye pilpres dan bersatu sebagai bangsa.

“Saya merasa terhormat dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Amerika kepada saya dan Wakil Presiden terpilih (Kamala) Harris. Di tengah tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, warga Amerika dalam jumlah yang memecah rekor memberikan suaranya,” kata Biden melalui Twitter.

“Dengan kampanye yang telah usai, kini waktunya untuk meletakkan kemarahan dan retorika kasar di belakang kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa. Kini waktunya untuk Amerika bersatu. Dan untuk menyembuhkan diri,” sambungnya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu, pihaknya akan mulai mengajukan kasus sengketa hasil pemilu Amerika serikat di pengadilan pekan depan. Setelah sejumlah media melaporkan kemenangan Biden dan menyebut pemilihan presiden ini sama sekali belum selesai.

“Kita semua tahu mengapa Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu-sekutu medianya dengan keras berusaha untuk membantunya: mereka tidak mau kebenaran diungkap,” kata Trump.

“Faktanya sederhana, pilpres ini sama sekali belum selesai,” imbuhnya Trump yang sudah berulang kali membuat klaim tak berdasar akan adanya kecurangan dalam pemilihan. (luk)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top