SOSOK

Martina Yulianti, Dokter Teladan Pembawa Perubahan di Kutai Kartanegara

dr Martina Yulianti, SpPD, FINASIM, MARS. (Foto: Humas Pemkab Kukar)

PRESTASI membanggakan diraih pejabat aparatur sipil negara (ASN) Kutai Kartanegara (Kukar). Adalah dr Martina Yulianti, SpPD, FINASIM, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kukar yang juga Plt Direktur RSUD AM Parikesit, terpilih masuk 10 besar Anugerah ASN 2020 pada penghujung Oktober silam.

Martina Yulianti lolos seleksi tahap dua pada Anugerah ASN 2020 kategori PPT Teladan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Lantas, siapa sebenarnya sosok perempuan yang akrab disapa Dokter Yuli ini?

Dokter Yuli memulai karier sebagai dokter di RSUD AM Parikesit. Spesialis penyakit dalam Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini terpanggil untuk mengabdikan ilmu akademiknya di kampung halaman tercinta di Kota Raja, Kukar.

Perpaduan darah Jawa dan Dayak yang mengalir dalam dirinya menjadikan Dokter Yuli sebagai sosok wanita yang unik. Lantaran memiliki sifat yang peduli, ramah, serta tegas dalam mengusung perubahan.

Sosoknya menjadi gerbang perubahan dalam perbaikan pelayanan publik terutama di bidang kesehatan di Kukar. Tak heran bila dia kemudian dikenal sebagai “Sang Reformer” di lingkungan Pemkab Kukar.

Melalui kepemimpinannya sebagai direktur dalam rentang 2013-2019, RSUD AM Parikesit mengalami perubahan signifikan yang lebih baik. Masyarakat mengklaim pelayanan rumah sakit kini menjadi lebih cepat, dengan perawat yang ramah, dan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

Alat-alat kesehatannya juga kini lebih modern dan lengkap untuk kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga masyarakat kini cukup berobat di RSUD AM Parikesit tanpa harus keluar daerah.

Ketika dia memimpin RSUD AM Parikesit, berbagai perubahan terus dilakukan. Perubahan di semua lini inilah yang kemudian mengantarkan RSUD AM Parikesit terpilih menjadi role model penyelenggara pelayanan publik kategori pelayanan prima dari KemenPAN-RB tahun 2016 sampai dengan 2019, serta masuk sebagai wilayah bebas korupsi pada 2016.

RSUD AM Parikesit juga dipilih menjadi tempat bagi rumah sakit di indonesia untuk belajar tentang manajemen, budaya organisasi, serta tata kelola keuangan rumah sakit. Keberhasilan mengelola RSUD AM Parikesit inilah yang kemudian menjadi peluangnya untuk mengabdi kepada masyarakat Kukar secara lebih luas ketika dipercaya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kukar sejak 31 Mei 2019.

dr Martina Yulianti, SpPD, FINASIM, MARS. (Foto: Humas Pemkab Kukar)

Sebagai kepala dinas, Dokter Yuli mendapat kepercayaan besar untuk melakukan pembenahan di seluruh bidang kesehatan di Kukar. Di masanya, konon banyak dokter yang berebut minta ditugaskan ke pedalaman. Lantaran kesejahteraan para dokter yang bertugas ke pedalaman begitu diperhatikan. Aspirasi tenaga kesehatan pun tak luput didengarkannya untuk ditindaklanjuti.

Selama menjabat kepala dinas, sang dokter melakukan perbaikan tata kelola secara masif di bidang kesehatan. Bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selalu ditekankan oleh sosok dengan segudang pengalaman ini. Dikenal sebagai pribadi yang banyak bekerja sedikit bicara, Dokter Yuli terus melakukan pembaruan dengan menciptakan inovasi-inovasi baru.

Di kalangan rekan kerja dan anak buahnya, Dokter Yuli adalah sosok pemimpin yang terjun langsung ke lapangan untuk menuntaskan seluruh permasalahan yang ada. Berjiwa kompetitif, baginya membawa setiap instansi yang dipimpin berada dalam fase terbaik dan derajat tertinggi adalah sebuah keharusan.

Tak heran bila kemudian berbagai macam prestasi diraihnya. Hal ini secara tidak langsung mempertegas posisi Dokter Yuli sebagai teladan kesehatan di Kukar.

“Manfaatkan saya selama saya berada di dinas kesehatan untuk perbaikan dinas kesehatan, perbaikan puskesmas, dan perbaikan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Perempuan yang juga menjabat Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 ini merupakan pribadi yang tidak pernah berhenti untuk terus belajar. Hal ini terlihat dari panjangnya gelar akademik yang dimiliki.

Menariknya di balik sifat tegas dalam mengambil keputusan, Dokter Yuli merupakan tipikal orang yang mau mendengarkan masukan dari para staf dan karyawan. Baginya kerja sama tim adalah segalanya.

Dengan segudang ilmu pengetahuan yang dimiliki, nyatanya tidak membuat Dokter Yuli menjadi tinggi hati. Malahan dia tak segan membagi ilmunya kepada orang lain. Prinsipnya suatu ilmu itu haruslah dibagi. Sebab dengan dibagi, makan akan mendapat lagi ilmu baru lainnya.

Inilah yang kemudian membuat Dokter Yuli kerap dipercaya menjadi pembicara di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Melalui kinerja yang maksimal, Dokter Yuli mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dapat bermanfaat terhadap masyarakat banyak khususnya di bidang kesehatan, sekaligus menjadi teladan bagi ASN Kukar.

“Berubah itu sulit. Tetapi bagi seorang reformer tidak ada yang tidak mungkin. Di manapun berada selalu membuat perubahan, selalu membawa kebaikan,” ungkap Dokter Yuli. (lan)

BACA JUGA

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top