SAINS & TEKNO

‘SiKendi’ Pantau Informasi Kendaraan Dinas Aset Diskominfo Kutai Kartanegara

Peluncuran aplikasi 'SiKendi' oleh Kepala Diskominfo Kukar Bahteramsyah. (Foto: Diskominfo Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Aplikasi baru bernama SiKenDi, singkatan dari ‘Sistem Informasi Kendaraan Dinas’ resmi diluncurkan di Tenggarong, Kamis (05/11/2020). Aplikasi ini dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

SiKenDi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mengetahui informasi terkait penggunaan kendaraan dinas yang menjadi aset Diskominfo Kukar. Sebagaimana dijelaskan Kasubag Umum dan Ketatalaksanaan Diskominfo Kukar Anggoro Prastowo selaku pimpinan proyek perubahan aplikasi SiKenDi.

“Saat ini jumlah kendaraan dinas yang menjadi aset Diskominfo Kukar tercatat ada 22 kendaraan dinas. Terdiri dari 16 unit sepeda motor dan 6 unit mobil dinas. Data ini sesuai dengan data yang tercatat di SIMDA Barang Milik Daerah tahun 2019,” ungkap Anggoro.

Lebih lanjut diuraikan, selama ini informasi mengenai pengelolaan kendaraan dinas di Diskominfo masih dilakukan secara manual. Mulai dari pencatatan penggunaan BBM hingga pencatatan pembayaran pajak yang kerap kali mengalami keterlambatan.

“Sistem manual seperti ini memang menjadi kendala dalam penyajian informasi yang akurat dan terpercaya dalam pengelolaan kendaraan dinas tiap tahunnya,” terang Anggoro.

Karena itulah dirinya merancang rencana aksi perubahan berupa sistem online yang dapat memberikan informasi apa saja terkait pengelolaan kendaraan dinas yang menjadi aset Diskominfo Kukar.

Sementara itu Kepala Diskominfo Kukar Bahteramsyah yang meluncurkan aplikasi ini memberikan apresiasi. Apalagi aplikasi SiKenDi ditujukan memonitor penggunaan kendaraan dinas di lingkungan Diskominfo Kukar.

“Saya harap aplikasi ini dapat terus digunakan di masa mendatang,” ujar Bahteramsyah.

Malahan, sambungnya, aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kukar ini bisa menjadi pionir yang dapat terus dikembangkan untuk organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Kita bisa tawarkan aplikasi ini kepada OPD lain, secara gratis tentunya,” sebut Bahteramsyah. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top