SOSOK

Kamala Harris, Melawan Rasisme Menuju Gedung Putih

Kamala Harris. (Foto: Wikimedia)

BELAKANGAN nama Kamala Harris santer terdengar. Dia adalah calon Wakil Presiden Amerika Serikat yang menjadi pasangan Joe Biden, kandidat calon presiden dari Partai Demokrat.

Menariknya, Kamala adalah imigran blasteran India-Jamaika. Rupa-rupanya Kamala memiliki mimpi bekerja di Gedung Putih, bahkan bermimpi menjadi Presiden Amerika serikat.

Diketahui ibu Kamala kelahiran India sementara sang ayah kelahiran Jamaika. Namun Kamala mesti merasakan ‘broken home’ lantaran kedua orang tuanya itu bercerai dan dia tinggal bersama ibunya.

Sekalipun orang India, rupanya ibu Kamala Shyamala Gopalan mengadopsi budaya Afrika-Amerika Oakland. Hal ini disebut ikut mempengaruhi pribadi Kamala dan sang adik, Maya.

Menyadari kedua anak perempuannya berkulit hitam, Shyamala membesarkan mereka untuk menjadi anak yang percaya diri dan bangga akan diri sendiri. Hal inilah yang membuat Kamala merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan bersikap antirasisme.

Kamala berkuliah di Howard University, perguruan tinggi kulit hitam terkenal di Amerika Serikat. Dia mengaku selalu nyaman dengan identitasnya dan hanya menggambarkan dirinya sebagai orang Amerika.

Memiliki kulit hitam tak pelak membuat Kamala juga menghadapi banyak masalah rasisme dan diskriminasi sejak kanak-kanak. Di 2019, dia sempat mengatakan pada Washington Post, bahwa politisi tak perlu masuk ke dalam salah satu kategori (kulit hitam atau kulit putih).

Dengan pencalonan dirinya, Kamala menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi calon wakil presiden di AS. Ia juga menjadi orang Asia-Amerika pertama yang bertarung dalam pemilu.

Sosok sang bunda disebut menjadi inspirasi bagi Kamala. Apalagi mendiang ibunya yang merupakan peneliti kanker tersebut memegang peranan besar pada hidupnya.

Kamala turut menyebutkan adiknya Maya Harris, keponakannya Meena Harris, dan Ella Emhoff, anak dari suaminya, Harris Douglas Emhoff sebagai sumber kekuatan dan inspirasinya.

Menurut Kamala, para perempuan ini menginspirasinya untuk mengangkat pelita dan terus berjuang. Sebagaimana yang diungkapkannya dalam pidato sambutan di Konvensi Peringatan 100 Tahun Amandemen ke-19 yang memberi perempuan Amerika hak untuk memilih.

Kamala Harris dan keluarganya. (Foto: Kamala Harris/Instagram)

Gelar hukum diraih Kamala di Universitas California, Hastings usai menamatkan pendidikannya di Howard. Setelah itu dia memulai karier di Kantor Kejaksaan Distrik Alameda County.

Sebelum menjadi calon Wakil Presiden, Kamala sempat menjadi jaksa wilayah untuk San Francisco. Dalam dua periode masa jabatan sebagai jaksa agung, dia mendapat reputasi sebagai salah satu bintang Partai Demokrat yang banyak dikenal.

Berbekal reputasi tersebut, Kamala lantas mengajukan diri sebagai Senator Junior AS di California pada tahun 2017. Sebelum dicalonkan menjadi wapres di putaran ini, Kamala pernah maju menjadi calon presiden. Namun sayang kampanyenya terhenti pada tahun 2019 kemarin.

Kegagalannya itu lantaran dia tidak berhasil mengartikulasikan alasan yang jelas atas kampanyenya. Dia juga melontarkan jawaban yang membingungkan pada pertanyaan di bidang kebijakan utama, salah satunya tentang kesehatan.

Tetapi kini Kamala kembali mendapatkan mimpinya untuk bekerja di Gedung Putih setelah mendapat pencalonan dari Partai Demokrat. Meski sebelumnya ia tampil melawan Biden, kini dia akan mengerahkan segalanya untuk membuat Biden sebagai Presiden Negeri Paman Sam selanjutnya.

Dalam kehidupan pribadinya, Kamala Harris menikah dengan Douglas Emhoff di Los Angeles pada 22 Agustus 2014. Sebelumnya Douglass pernah menikah dan membawa 2 anaknya dalam pernikahannya yang sekarang. (luk)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

BERITA TERBARU

To Top