METROPOLIS

Hadapi Musim Hujan, Anies Sebut La Nina Jadi Tantangan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di lapangan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: FB Anies Baswedan)

JAKARTA, Kate.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut fenomena La Nina menjadi tantangan lain dalam menghadapi musim hujan. Hal ini diungkapkannya saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di lapangan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut dia, tantangan musim hujan di Jakarta bukan hanya di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Tetapi juga akibat fenomena La Niña yang mengakibatkan curah hujan di Indonesia akan meningkat signifikan.

“Karena itu, pegang teguh tiga kata kunci utama yang menjadi prinsip bagi seluruh petugas, jajaran, dan relawan untuk menghadapi musim hujan yaitu siaga, tanggap dan galang,” tutur Anies.

Dijelaskan, siaga artinya menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi semua kemungkinan. Tanggap bermakna selalu memantau dengan dekat perkembangan cuaca khususnya hujan sehingga dapat merespon dengan cepat apapun kondisinya. Sementara galang merupakan manifestasi dari kegotongroyongan bangsa dalam menghadapi bencana dengan menghimpun seluruh kekuatan dan saling memanggul bersama amanat yang diembankan.

Kepala Daerah yang sukses membawa Jakarta meraih penghargaan internasional itu mengungkap, selama ini ada tiga sumber tantangan ketika menghadapi musim penghujan di Jakarta. Yaitu hujan lokal, air kiriman dari pegunungan, dan banjir rob dari laut.

“Tahun ini apel siaga kami laksanakan di kawasan pesisir untuk mengirimkan pesan kepada semuanya bahwa perhatian kita dalam penanganan banjir bukan saja air dari pegunungan, bukan saja hujan lokal, tetapi juga kawasan pesisir, pinggir pantai,” bebernya.

Menurut Anies, ada dua indikator utama dalam keberhasilan menghadapi dampak musim hujan yang ekstrem. Yaitu memastikan seluruh masyarakat selamat (tidak ada korban) dan genangan dapat surut dalam waktu kurang dari 6 jam setelah hujan reda. Kedua indikator tersebut harus mampu dicapai dan menjadi target bersama seluruh pihak dalam kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan ini.

“Insyaallah Ibu/Bapak semua yang bertugas diberikan kesehatan dan keselamatan. Berangkat sehat, pulang sehat, seluruh masyarakat sehat. Dan insyaallah dengan keikhlasan, Allah SWT akan mengabulkan doa kita, akan menuntaskan ikhtiar kita, menjadikan Jakarta kota yang aman melewati musim penghujan ini,” tutupnya. (luk)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

POPULER

To Top