CATATAN

Meneguhkan Kembali Peran Pemuda dalam Momentum Sumpah Pemuda

RAHMAN BAIDAWI. (FOTO: DOK. PRIBADI)

Oleh: Rahman Baidawi, SKM*

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”
— Soekarno —

SUMPAH pemuda dapat dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali peran pemuda sebagai generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di negeri ini. Untuk itu mari sejenak kita kembali merefleksikan bagaimana peran pemuda.

Apa itu pemuda? Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan tertulis bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode  penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia enam belas sampai  tiga puluh tahun.

Bagaimana peran pemuda? Dasar pemikiran Soekarno sebagaimana yang disampaikan dalam kalimat awal pembuka diskusi kita kali ini dapat diartikan bahwa terdapat dua aspek di dalamnya. Yang pertama kelompok pemuda merupakan fase kehidupan manusia yang didominasi karakter ideal seseorang sebagai pendobrak barisan. Yaitu karakter pantang menyerah, rela berkorban, teguh pada prinsip dan giat berkomunikasi.

Kedua, yaitu sejarah dunia mencatat bahwa setiap perubahan tata kehidupan di muka bumi didominasi oleh kemunculan aktivitas kelompok pemuda. Oleh sebab itu kelompok pemuda dikatakan penggerak perubahan zaman.

Peran pemuda dalam sejarah yang pertama bisa dilihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia.

Ada pula peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang mana juga menyangkut golongan muda di dalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekira tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru pada tahun 1998, yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

Kondisi tersebutlah yang membuat peranan pemuda sebenarnya penting dalam proses pembangunan daerah dan bangsa Indonesia maupun sebagai penerus bangsa. Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka daerah dan bangsa Indonesia pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya memiliki beberapa peranan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Beberapa peranan tersebut yang pertama adalah Agent of Change.

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri.

Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan.

Peran kedua adalah Agent of Development. Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Artinya bahwa para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Mengapa agen pembangunan juga menjadi suatu peran penting pemuda sebagai penerus bangsa? Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia. Sebagai contoh seperti mengembangkan bidang kebudayaan daerah Indonesia, kemudian memperkenalkannya pada dunia internasional.

Peran ketiga, Agent of Modernizations. Peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan. Artinya bahwa para pemuda wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada daerah maupun bangsa Indonesia. Sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan. Sebagai contoh adalah menyeleksi budaya yang masuk ke daerah ataupun Indonesia. (***)

*Penulis adalah pendiri Insan Cendikia Paser (ICP) dengan riwayat organisasi di antaranya Ketua Asrama Pelajar & Mahasiswa Kabupaten Paser, MPKPC Keluarga Pelajar & Mahasiswa Kabupaten Paser (KPMKP) cabang Samarinda 2019, kader HMI Cabang Samarinda, dan Pemuda Penggerak Masyarakat Long Kali (PPML).

**Kate.id menerima kiriman tulisan opini dari pembaca. Kirimkan tulisan disertai identitas lengkap dalam format word, dengan melampirkan file foto berformat landscape melalui email redaksi@kate.id. Hak penerbitan menjadi keputusan redaksi. Tulisan yang terbit telah melalui penyuntingan redaksi tanpa mengurangi maksud pesan penulis. Semua materi tulisan merupakan tanggung jawab penulis.

Comments

BERITA TERBARU

To Top