METROPOLIS

Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Mulai Diterapkan di Balikpapan

Seorang warga Balikpapan tengah disanksi sosial. (Foto: Humas Pemkot Balikpapan)

BALIKPAPAN, Kate.id – Balikpapan masih menjadi kota dengan kasus konfirmasi Covid-19 tertinggi di Kalimantan Timur. Kasus terkonfirmasi di Kota Selicin Minyak ini hingga Selasa (1/9/2020) bahkan sudah mencapai angka 1.814 kasus.

Tak mau Covid-19 melenggang makin liar, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun segera memberlakukan Perwali Nomor 23 Tahun 2020 terkait penegakan protokol kesehatan.

“Mulai Selasa 1 September 2020, Balikpapan sudah memberlakukan Perwali 23 Tahun 2020,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto, Rabu (2/9/2020).

Upaya penegakan protokol kesehatan ini langsung dipantau Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Dalam aksi penertiban ini setidaknya terjaring 60 pelanggar yang beraktivitas di area publik tanpa mengenakan masker.

“Tindakan langsung diberikan berupa sanksi administratif dan sosial,” imbuh Yudha. Sanksi administratif berupa denda Rp 100 ribu atau menyerahkan 19 masker.

“Jika itu tidak bisa disanggupi, maka sanksi sosial kerja bakti harus dilakukan dengan pengawasan Satpol PP. Pelanggar akan mengenakan rompi khusus,” tambah Yudha.

Sementara bila mereka berniat membayar denda, maka pembayaran harus dilakukan melalui bank. Selanjutnya, para pelanggar menyerahkan bukti setor dari bank untuk dapat mengambil kembali tanda pengenal/identitas diri yang sementara waktu diamankan petugas Satpol.

Untuk daerah lainnya, diharapkan draf peraturan wali kota atau peraturan bupati terkait penegakan protokol kesehatan bisa segera dikirim ke provinsi untuk dievaluasi.

“Terutama untuk daerah-daerah dengan kasus penularan cukup tinggi, seperti Samarinda, Bontang dan Kutai Kartanegara,” kata Yudha. (lan)

Editor: Lukman M Fathony

Comments

POPULER

To Top