POLITIK

DPRD Kutai Kartanegara Perjuangkan Pembayaran Kontraktor SMPN 1 Tenggarong

Anggota DPRD Kukar Komisi IV saat RDP dengan Disdikbud, Bappeda dan Kontraktor pembangunan SMPN 1 Tenggarong, jumat (3/7/2020) sore. (Foto: Hik/kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pembangunan SMPN 1 Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dianggap selesai dan sudah dilimpahkan serta dinikmati pihak manajemen sekolah. Namun sangat disayangkan, sisa pembayaran proyek belum dinikmati kontraktor.

Karena itu DPRD Kukar mendorong agar utang pemkab tersebut bisa dibayarkan ke kontraktor pada APBD Perubahan tahun ini.

DPRD Kukar melalui Komisi III dan IV sudah melihat secara langsung kondisi SMPN 1 Tenggarong yang sudah selesai pembangunannya dua pekan yang lalu. DPRD meminta kontraktor untuk menyelesaikan masa perawatannya, karena ada beberapa item yang harus diselesaikan seperti pengecatan dan kelengkapan sarana WC sekolah.

“Kami minta ke kontraktor yang masih kurang untuk dibenahi, karena ini masih masuk masa perawatan sampai Oktober 2020 nanti yang menjadi tanggung jawab kontraktor,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharudin, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama kontraktor pembangunan SMPN 1 Tenggarong, Disdikbud dan Bappeda Kukar, Jumat (3/7/2020) sore.

Baharudin mengakui, memang masih ada sisa pembayaran yang belum diselesaikan ke kontraktor oleh Pemkab Kukar. Untuk 2018 masih tersisa Rp 8 Miliar yang belum dibayarkan, sedangkan tahun 2019 masih tersisa Rp 1 Miliar.

“Kami akan perjuangkan pembayaran proyek yang nilainya mencapai Rp 9 Miliar, yang menjadi hak kontraktor di APBD Perubahan tahun ini,” jelas Politisi PDI Perjuangan ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kukar Baharudin. (Foto: Hik/Kate.id)

Sementara itu anggota DPRD Kukar lainnya, Ahmad Yani juga meminta Disdikbud dan manajemen sekolah agar bangunan yang sudah selesai tersebut dimanajemen dengan baik. Tata kelola juga harus baik dan harus tampil beda dengan sekolah lainnya.

“Harus bedalah, misalnya jadi sekolah terbaik se-Kaltim atau tingkat nasional. Ini harapan kami dari DPRD Kukar,” ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Ikhsanuddin Noor menambahkan, pembangunan SMPN 1 Tenggarong memang sudah selesai dan sudah difungsikan. Sebelum selesai pembangunannya, siswa menumpang belajar di SMKN 2 Tenggarong selama empat tahun. Dengan sistem pembelajaran masuk pagi-siang dengan keterbatasan ruangan.

Dirinya meyakini SMPN 1 Tenggarong bakal menjadi sekolah role model, karena memiliki sarana dan prasarana yang lengkap menunjang pembelajaran. “Sisa pembayaran pembangunan SMPN 1 Tenggarong akan kami usulkan pembayarannya di APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top