METROPOLIS

Berkat Dukungan Bupati, Kutai Kartanegara Punya Alat PCR dan Siap Swab Massal

Kepala Instalasi Laboratorium RSUD AM Parikesit sedang menunjukan alat PCR yang dimiliki Pemkab Kukar dalam kondisi baru. (Foto: Hik)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Berkat dukungan Bupati Edi Damansyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki alat Polimerase Chain Reaction (PCR) untuk tes swab Covid-19. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dokter Martina Yulianti.

Kata dia, alat PCR yang dipesan sejak lama oleh Pemkab Kukar datang juga. Alat tersebut sudah ada di RSUD AM Parikesit di ruang Laboratorium Molekuler. Pemkab Kukar merencanakan uji SWAB massal yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Alat PCR datang empat hari yang lalu satu unit, jadi alat uji Swab kita makin lengkap. Karena sebelumnya kami sudah membeli alat Tes Cepat Molekuler (TCM) belum lama ini juga,” jelas Martina yang juga Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kukar, Kamis(2/7/2020) sore.

Yuli lantas menjelaskan perbedaan kedua alat canggih tersebut. Alat TCM sekali uji hanya 2 sampel, dengan kapasitas 14 sampai 16 sampel per harinya. Sedangkan PCR mampu menguji dalam skala besar, mampu menguji 96 sampel dalam waktu 4-5 jam, dengan kemampuan maksimal 200 sampel per harinya.

Manfaat yang didapat memiliki alat PCR tersendiri akan lebih mudah mengetahui hasil uji sampel swab dalam jumlah yang besar. Dalam mendiagnosa apakah seseorang positif atau negatif Covid-19 tidak harus menunggu dalam waktu yang lama.

“Jadi sampel swab dari seluruh puskesmas dan RS yang ada di Kukar bisa dibawa ke RSUD AM Parikesit untuk diuji,” jelasnya.

Kepemilikan alat PCR ini menunjukkan komitmen Pemkab Kukar yang dipimpin Bupati Edi Damansyah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 sangat tinggi. Pembelian alat PCR bersumber dari dana penanganan Covid-19, sedangkan alat TCM murni dari dana kas RSUD AM Parikesit.

“Kukar juga bisa membantu daerah lain. Jika sampel swab di Samarinda dan Balikpapan penuh, bisa dilimpahkan ke RSUD AM Parikesit. Ini sangat membantu pemerintah secara umum,” ucapnya.

Terkait rencana Pemkab Kukar yang ingin uji Swab massal, Yuli memastikan ada tahapan yang akan disiapkan terlebih dahulu. Yaitu menentukan populasinya yang akan diuji. Biasanya yang akan disasar adalah populasi padat seperti pasar.

Uji Swab massal ini dianggap penting oleh Yuli karena reproduksi efektif Covid-19 di Kukar masih tinggi. Makanya akan dilakukan screening dan swab dengan alat yang dimiliki. Untuk stok alat uji swab sampai saat ini masih cukup, jika ke depannya perlu ditambah, maka akan diadakan kembali.

“Swab massal ini juga sangat bagus. Karena tujuannya memastikan bahwa Kukar sudah masuk zona Hijau. Meski masuk zona hijau, harus tetap memperhatikan standar protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Harus diingat juga menurutnya,potensi penyebaran di Kukar cukup tinggi. Karena Kukar berbatasan dengan daerah lain. Dan juga pintu masuk para pekerja luar daerah. Ini tidak bisa dicegah karena roda perekonomian masyarakat juga tetap harus berjalan.

“Untuk saat ini tidak ada orang lokal yang terkonfirmasi positif, yang rentan adalah pekerja luar dari Kukar. Untungnya setiap pekerja dari luar Kukar harus wajib dan dijamin sudah lulus uji Swab di daerah masing-masing,” jelasnya. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top