METROPOLIS

Penerima Bantuan Cadangan Pangan Kaltim Paling Banyak di Balikpapan

Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyerahkan secara simbolis bantuan CPP provinsi kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (Dok.Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Penyaluran distribusi bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) Provinsi Kaltim bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 sudah dibagikan kepada 10 kabupaten kota, dengan total 126.350 kilogram (Kg) untuk 16.842 jiwa.

Dari jumlah tersebut, daerah terdampak yang mendapatkan bantuan CPP terbesar Kota Balikpapan sebanyak 89.810 Kg untuk 11.974 jiwa (penerima) dari tiga kecamatan.

“Sedangkan bantuan terkecil, Kabupaten Mahakam Ulu hanya 70 Kg dengan sembilan penerima dari satu kecamatan,” sebut Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim Dadang Sudarya, Ahad (28/6/2020).

Diungkapkannya, Balikpapan walaupun kategori kota namun penerima bantuan terbesar sebab jumlah penduduk besar. Dan pandemi Covid telah merambah di berbagai sektor dan warga Kota Minyak. Akibatnya, banyak pekerja terdampak yang di PHK (perusahaan) dan kegiatan usaha kuliner (rumah makan, restoran), pariwisata juga kegiatan usaha lainnya.

Jumlah penerima bantuan CPP Kaltim hanya warga terdampak Covid-19 berdasarkan data bersumber dari Dinas Sosial Kaltim dan Kaltim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipadukan data dengan data hasil analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan ( Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Dinas PTPH tahun 2019.

“Pertimbangan bantuan yakni warga terdampak Covid-19 dengan analisis kerawanan dan kerentanan pangan, termasuk daerah yang masuk dalam status kerentanan Stunting,” jelasnya.

Penerima bantuan CPP dampak Covid-19 terdiri Kabupaten Kutai Barat 2.365 Kg (315 jiwa dari delapan kecamatan), Kebupaten Berau 7.200 Kg (958 jiwa/empat kecamatan), Kabupaten Kutai Timur 11.430 Kg (1.514 jiwa/sembilan kecamatan) dan Bontang 730 Kg (97 jiwa/satu kecamatan).

Sementara Kota Samarinda 7.726 Kg (1.030 jiwa/lima kecamatan), Kabupaten Paser 1.260 Kg (168 jiwa/dua kecamatan) serta Kutai Kertanegara 750 Kg (100 jiwa dari enam kecamatan).

“Perhitungannya, untuk terdampak Covid-19 mendapat jatah 0,25 gram perjiwa perhari ditotal 30 hari atau 7,5 Kg per jiwa. Sementara korban banjir hanya tujuh hari, jadi total beras diterima 1,75 Kg per jiwa,” ungkap Dadang. (tm)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top