HUKUM & KRIMINAL

Jaksa Agung Bakal Evaluasi Tuntutan dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan

Novel Baswedan.

JAKARTA, Kate.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bakal dievaluasi. Pasalnya tuntutan JPU hanya satu tahun penjara sementara air keras yang disiramkan dua tersangka masing-masing Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis telah membuat cacat permanen pada mata Novel.

“Akan saya minta evaluasi lagi. Kenapa? Karena Jaksa ini (seharusnya) menuntut berdasarkan adanya fakta-fakta yang ditemukan di persidangan. Kami nanti akan seimbangkan dengan putusan (hakim) Pengadilannya,” ujar Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin, Senin (29/6/2020).

Dia memastikan pasti ada ‘sesuatu’ di dalam penuntutan Jaksa dalam kasus Novel Baswedan tersebut, apabila nanti tuntutan jaksa tak seimbang dengan putusan hakim di Pengadilan. Tetapi nanti kalau ada keseimbangan (balance), artinya pertimbangan jaksa ada dipakai dalam pertimbangan hakim.

Sebelumnya, JPU Kejari Jakarta Utara dalam sidang pembacaan tuntutan pada 11 Juni 2020 lalu menuntut 1 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Tuntutan JPU karena menilai para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel dan hanya akan memberikan pelajaran kepada Novel dengan menyiramkan asam sulfat ke badan namun di luar dugaan mengenai mata Novel. Namun, jaksa menilai keduanya terbukti melakukan dakwaan subsider pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top