METROPOLIS

Pemprov Kaltim Salurkan Ratusan Ton Beras untuk Korban Terdampak Banjir dan Covid-19

Isran serahkan bantuan secara simbolis ke Bupati Kutai Timur Ismunandar. (foto: ist)

SAMARINDA, Kate.id – Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan 373 ton beras yang merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) provinsi. Secara simbolis penyerahan itu dilakukan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor di Kantor Gubernuran, di Samarinda, Selasa (23/6/2020).

Isran mengatakan, bantuan ini akan mulai didistribusikan hari ini kepada korban dampak pasca banjir di Samarinda dan masyarakat yang terkena dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) di kabupaten/kota Provinsi Kaltim.

“Kami bersyukur bantuan ini bisa didistribusikan kepada masyarakat Kaltim yang memerlukan. Terutama mereka yang terdampak banjir dan Covid-19,” kata Isran Noor ketika melepas rombongan pengangkut CPP Provinsi Kaltim berupa beras, didampingi oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyaksikan serah terima berita acara penyerahan bantuan CPP kepada kepala daerah kabupaten kota.

Pelepasan rombongan pengangkut CPP juga dirangkai dengan penyerahan secara simbolis kepada Bupati/Wali Kota se Kaltim dan penandatanganan berita acara serah terima bantuan tersebut. Kepala daerah kabupaten kota yang nantinya mengawal dan mendistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di daerahnya masing-masing.

Isran berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. Bantuan berupa beras sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Dia pun berharap, semangat gotong royong dari pihak lain untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Gubernur Kaltim Isran Noor melepas rombongan pengangkut CPP Provinsi Kaltim berupa beras yang akan didistribusikan ke 10 kabupaten kota di Kaltim.

“Kami berharap semua bisa berpartisipasi, sehingga masyarakat merasa tenang. Harapannya, musibah yang terjadi di daerah kita cepat berakhir,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, bantuan tersebut langsung didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Dengan waktu yang singkat, hari ini Selasa 23 Juni langsung dikirim. Untuk Kota Samarinda hari ini langsung dibagi. Sedangkan yang jauh mungkin memerlukan waktu,” tegasnya.

Adanya pembagian pangan ini. kata dia, membuktikan Kaltim memiliki ketahanan pangan yang cukup. “Terpenting adalah dari didistribusikan bantuan tersebut, bahwa cadangan pangan Kaltim cukup untuk kebutuhan masyarakat di daerah,” jelasnya.

Selain itu, Hadi juga berharap Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim terus meningkatkan cadangan pangan ini. CPP ini berdasarkan dari alokasi dana APBD Provinsi Kaltim. “Harapan saya dari Dinas ketahanan pangan lebih meningkatkan  pangan , agar masyarakat dapat mandiri dalam sektor pangan” tukasnya.

Bantuan Pangan di Luar Bantuan Tunai

Salahsatu kendaraan yang mengangkut bantuan pangan CPP berupa beras yang akan didistribusikan ke 10 kabupaten kota se-Kaltim.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi menegaskan, bantuan pangan tersebut di luar dari bantuan sosial tunai yang disalurkan melalui Dinas Sosial secara langsung Rp 250 ribu per bulan untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Hanya saja pola distribusinya tetap sama. Di mana masyarakat yang menerima bantuan pangan dari provinsi ini hanya untuk mereka yang tidak terjangkau bantuan pangan dari kabupaten/kota.

“Masyarakat yang sudah menerima dari pemkot tidak bisa mendapatkan bantuan pangan ini. Karena datanya berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim.

Pelaksanaan di lapangan untuk 10 Kabupaten/kota diperkirakan paling lambat 1 pekan setelah serah terima. Diharapkan kepala daerah 10 kabupaten/kota di Kaltim dapat segera merealisasikan dengan baik.

Untuk menghindari overlapping bantuan pemerintah penyaluran CPP ini telah dilakukan aktualisasi data yang bersumber dari Dinsos Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim serta hasil analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim. (lim)

Editor: Jonathan Antonius


Comments

BERITA TERBARU

To Top