POLITIK

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Berharap Sosialisasi Pilkada Ditingkatkan

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate. id – Penyelenggara pemilu di Kutai Kartanegara (Kukar) punya tegas berat. Agar partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kukar 2020 mendatang bisa tinggi.

Pasalnya, belajar dari karena pengalaman sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di pilkada masih rendah. Sebagaimana disampaikan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid sebagai bentuk catatan saat konferensi video bersama Pemerintah Kabuparen (Pemkab), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar serta unsur Forkopimda, Kamis(18/6/2020) siang.

“Boleh dibandingkan saat Pilkada Kukar 2015 tingkat partisipasi pemilih hanya 57 persen. Saat Pilgub Kaltim 2018 tingkat partisipasinya 61 persen, sedangkan Pileg (Pemilu Legislatif, Red.) 2019 tingkat partisipasinya mencapai 70 persen. Ini belum bisa dikatakan puas,” ucap Rasid.

Dia berharap dalam Pilkada Kukar yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, pencapaiannya bisa lebih tinggi lagi. Dengan harapan makin banyak masyarakat yang memilih bisa menghasilkan kepala daerah yang lebih baik lagi.

“Agar partisipasi pemilih lebih tinggi lagi, diharapkan kegiatan sosialisasi lebih ditingkatkan lagi oleh penyelenggara pemilu di tingkat Kecamatan dan Desa, ” ujar Ketua Golkar Kukar ini.

Rasid berpesan, Pilkada Kukar yang akan digelar akhir tahun ini menjadi momentum yang sangat penting bagi masyarakat. Untuk menghasilkan pemimpin yang baik yang mampu membawa perubahan Kukar menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kukar Rinda Desianti berargumentasi, menyikapi persoalan tingkat partisipasi pemilih yang rendah bergantung persepsi masyarakat terhadap proses pilkada. Ada masyarakat yang punya persepsi ikut dan tidak ikut memilih di pilkada, nasib kehidupan masih tetap sama tidak ada perubahan. Sosialisasi partisipasi pemilih terus dilakukan dan akan ditingkatkan agar angka golput tidak tinggi.

“Padahal persepsi ini harus diluruskan, proses pembangunan kan berjalan terus. Apa diharapkan ada yang belum bisa diwujudkan, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk diwujudkan. Masyarakat harus optimistis terhadap calon yang dipilihnya mampu bawa perubahan,” sebut Rinda. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top