POLITIK

DPRD Kutai Kartanegara Pertanyakan Program CSR Perusda

Suasana RDP antara DPRD Kukar dengan perusda. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mempertanyakan program tanggung jawab perusahaan atau coorporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan daerah (Perusda) milik pemerintah kabupaten. Pasalnya selama ini laporan CSR tersebut belum pernah disampaikan kepada DPRD Kukar.

Karena itu pada Rabu (17/6/2020) siang, DPRD Kukar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Banmus. Rapat ini dihadiri sejumlah perusda milik Pemkab Kukar.

RDP dipimpin Ketua Badan Peraturan Daerah (Baperda) Ahmad Yani ini menyinggung penyertaan modal ke perusda tersebut lumayan besar nilainya. Bahkan mencapai ratusan miliar rupiah. Namun sangat disayangkan sampai saat ini program CSR-nya dipergunakan untuk apa saja.

“Sampai saat ini kami di DPRD Kukar tidak tahu berapa sih per tahunnya,” Jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu ditambahkan Ketua Komisi I Supriyadi, keterbukaan program CSR perusda tidak transparan. Sehingga lembaga legislatif tidak mengetahuinya. Makanya dia meminta kepada perusda untuk menyampaikan laporannya ke DPRD.

“Kerja perusda lumayan enak. Sudah dikasih penyertaan modal, dana rutin dari pemkab juga pasti masuk ke situ. Saya mengistilahkan duduk santai saja uang sudah masuk ke perusda, ” jelasnya.

Supri menambahkan, kebiasaan sebelumnya yang tidak memberikan laporan CSR-nya, jangan sampai terulang lagi. Sebagai lembaga pengawas kebijakan Pemkab Kukar, pihaknya ingin memastikan bahwa program CSR tepat sasaran. Yaitu membantu masyarakat Kukar agar bisa sejahtera.

Lain halnya disampaikan anggota Komisi I Eko Wulandanu dari Partai Perindo. Dia lebih banyak menyinggung perusda yang dinilai masih belum berhasil membantu Pemkab Kukar dalam mendongkrak penambahan pendapatan asli daerah (PAD). Padahal

penyertaan modalnya juga lumayan besar mencapai puluhan miliar rupiah, tetapi minim sumbangsih PAD. Malahan PAD yang disetorkan ke kas daerah hanya Rp 1 miliar per tahunnya.

“Lebih baik didepositokan ke Bank saja, pendapatan bisa lebih dari setoran perusda, ” ucap Eko. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top