METROPOLIS

Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19, Ini Tiga Strategi Pemprov Kaltara

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie (tengah) bersama Kalan BI Provinsi Kaltara Yufrizal pada Webbinar Series 4.0 "New Norm : Momentum Recovery Perekonomian Kalimantan Utara" bagian 1 di ruang rapat lantai 2 Kantor Perwakilan BI Kaltara, Kota Tarakan, Selasa (16/6/2020) pagi. (Foto: Humas Pemprov Kaltara)

TARAKAN, Kate.id – Setidaknya ada tiga strategi yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam upaya percepatan penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19). Sebagaimana diungkapkan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dalam Webbinar Series 4.0 bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara Yufrizal di Tarakan, Selasa (16/6/2020).

Strategi pertama adalah melakukan langkah preventif atau pencegahan. Bentuknya, intens menyosialisasikan gaya hidup sehat dan penerapan protokol kesehatan sebagaimana saran WHO. “Ini dilakukan jauh hari sebelum Kaltara terdeteksi terpapar Covid-19,” ujar Irianto.

Strategi kedua, melakukan pengujian dan tracking dengan baik. Dan, strategi ketiga adalah melakukan peningkatan fasilitas kesehatan. Ketiga strategi itu menurut Irianto dilakukan dalam kondisi anggaran yang terbatas. Pemprov juga telah melakukan refocusing alokasi APBD 2020 hingga mencapai Rp 109,1 miliar.

Dengan upaya tersebut, berbagai peningkatan dilakukan. Salah satunya meningkatkan kemampuan RSUD Kota Tarakan untuk melakukan uji sampel swab secara TCM maupun PCR secara mandiri dalam beberapa hari ke depan.

“Tak itu saja, peningkatan fasilitas kesehatan juga dilakukan di setiap kabupaten yang ada,” urai Irianto.

Termasuk di antaranya pemprov menyediakan program rapid test gratis bagi santri, mahasiswa juga warga kurang mampu dan warga yang benar-benar membutuhkan. Dengan ketiga strategi itu, Irianto mengklaim berbagai kemajuan dalam hal penanganan Covid-19 dihasilkan.

Merujuk erdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kaltara berada pada tingkat ke-3 nasional.

“Ini cukup mengejutkan saya, karena tidak diperkirakan sebelumnya lantaran kami menyikapinya sebagaimana yang dianjurkan WHO. Pada peringkat 1 adalah Provinsi Riau dan kedua Aceh,” jelas Irianto.

Selain itu, angka reproduksi kasus Covid-19 di Kaltara juga masih dibawah 1, yakni 0,36 per 10 Juni 2020. Artinya kerentanan paparan virus dari seorang yang terkena Covid-19, sangat rendah terhadap orang lain.

Menyikapi hal tersebut, Irianto berujar sedianya pemerintah kabupaten/kota di Kaltara, harus menerapkan kebijakan yang tepat. Semisal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang harus memperhitungkan sejumlah parameter yang tepat.

“Kalau tidak dipertimbangkan dengan baik dan dikalkulasikan dengan tepat maka akan menyulitkan sektor kehidupan yang ada. Salah satunya perekonomian masyarakat,” terang Irianto.

Pemprov, sambungnya, juga fokus dalam upaya penanganan dampak sosial-ekonomi. Terkait hal ini, pihaknya menyelenggarakan program bantuan sosial tunai sebesar Rp 200 ribu per kepala keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 juga pekerja terdampak.

Kemudian berusaha mempertahankan investasi dan memfasilitasi investor. Menetapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi pada sektor UMKM. Dan meneruskan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang dan Penumpang dengan anggaran Rp 23,1 miliar.

“Upaya tersebut, akan terus dilakukan. Lantaran, berdasarkan laporan BI Kaltara terjadi perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan I 2020 akibat pandemi Covid-19. Dimana pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan I 2020 sebesar 5,01 persen, melambat dibandingkan triwulan I 2019 sebesar 7,13 persen,” papar Irianto.

Termasuk empat proyek strategis Kaltara akan dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kaltara. Yakni KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, PLTA Kayan, KBM Tanjung Selor dan Food and Rice Estate.

“Ini menunjukkan Kaltara tetap waspada terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul nantinya. Terpenting, kita harus tenang dan bijak melawan Covid-19. Lalu, melakukan langkah strategik untuk menanganinya baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Selanjutnya, terus waspada terhadap kemungkinan munculnya serangan Covid-19 gelombang kedua,” tegasnya. (tar)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top