POLITIK

Tagihan Air Masyarakat Melonjak, DPRD Kutai Kartanegara Bakal Panggil PDAM

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. (Foto: Hik/kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) banyak menerima keluhan terkait lonjakan kenaikan pembayaran air yang dikelola PDAM Tirta Mahakam (Tirma). Karenanya Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid mengagendakan di protokol sekretariat, untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen PDAM Tirma Kukar.

“Kami banyak sekali terima aduan, kok pembayaran air melonjak drastis di bulan ini. Masyarakat ada yang mengeluh biasa bayar air Rp 75 Ribu per bulannya, saat pembayaran bulan ini kena Rp 200 Ribu lebih,” jelas Rasid belum lama ini saat temu wartawan di kantornya.

Rasid menilai sangat wajar masyarakat mengeluh dan kaget atas lonjakan pembayaran airnya. Karena PDAM dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sudah mengumumkan bayar PDAM gratis bulan Maret dan April. Dan bulan Juni saat pembayaran bisa melonjak drastis tarifnya.

“Kami akui karena corona perekonomian masyarakat mengalami penurunan. Idealnya harus ada keringanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat RDP nanti, sebut Rasid, akan diketahui masalah yang terjadi sebenarnya. Apakah ada miskomunikasi antara PDAM dan masyarakat selaku pengguna air. Apa ada kenaikan tarif dasar air, atau ada faktor lainnya yang bisa dijelaskan manajemen PDAM, yang bisa disampaikan ke publik.

“Nanti akan kita ketahui solusinya. Agar semuanya bisa saling menerima dan tidak saling mencurigai dari masalah kenaikan tarif air PDAM,” tutur Rasid.

Sementara itu, Kasubag Humas PDAM Tirma Kukar Alfian Noor mengakui kenaikan pembayaran di bulan Juni meningkat drastis. Banyak konsumen yang kaget atas perihal tersebut. Apalagi ada pengumuman pembayaran gratis di bulan Maret dan April.

Alfian mewakili PDAM menjelaskan, yang dimaksud gratis adalah pembayaran di bulan Maret dan April untuk perhitungan pemakaian air di bulan Januari dan Februari. Karena sistem yang berlaku di PDAM, pemakaian air di bulan Januari, pencatatan dan perhitungan di Februari, dan pembayarannya di bulan Maret.

PDAM sudah melakukan pembebasan pembayaran di bulan Maret dan April, sehingga konsumen tidak ada yang membayar. Jika sudah terlanjur membayar, maka akan dikembalikan dananya.

“Sedangkan untuk pemakaian air April dan Mei tetap dihitung dan dicatat, yang dibayarkan Juni dan Juli,” jelasnya.

Alfian melanjutkan, untuk pemakaian air Maret dan April sedang dalam puncaknya. Karena ada pemberlakuan sosial distancing, sehingga masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan membuat pemakaian air lebih banyak lagi. Setelah Juli nanti, Alfian menyebut pembayaran akan kembali normal, searah dengan pemberlakuan New Normal di masyarakat.

“Penilaian kami pemakaian air di April dan Mei sangat tinggi, ditambah pas bulan Ramadan saat pemakaian air juga lebih banyak. Jadi wajar pembayaran air melebihi dari biasa pemakaian di bulan yang lain,” pungkasnya. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top