METROPOLIS

Kasus Covid-19 Meningkat, Masuk ke Kaltim Harus Negatif Tes PCR

SAMARINDA, Kate.id – Angka kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan semenjak diberlakukannya masa transisi kenormalam baru (new normal).

Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengeluarkan kebijakan memperketat aktivitas masuk ke Kaltim. Melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Kaltim bernomor 440/3576/B.PPOD.I perihal Protokol Kesehatan dan Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau rapid test Penumpang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Syafranuddin. Menurutnya, penerbitan Surat Edaran tertanggal 10 Juni 2020 sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Forkopimda Kaltim.

“Dalam SE itu disampaikan bahwa setiap individu yang datang dari luar Provinsi Kaltim harus tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan berlaku,” kata Syafranuddin di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (16/5/2020).

Selain itu, setiap individu yang melaksanakan perjalanan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. Baik perjalanan melalui transportasi umum, darat, laut dan udara.

Dalam surat itu disebutkan individu wajib menunjukkan surat keterangan uji tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif pada saat keberangkatan atau dari daerah asal.

“Terhadap individu yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan PCR dari daerah asalnya, akan dilakukan karantina dengan biaya sendiri di tempat yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Selanjutnya institusi berwenang baik TNI, Polri dan Pemerintah Daerah (Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota) melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 dan penegakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Surat ini juga ditujukan khususnya kepada seluruh pimpinan perusahaan transportasi udara, laut dan darat yang beroperasi di wilayah Kaltim,” ungkap Syafranuddin.

Diketahui, sebelumnya para penumpang dari luar ke Kaltim hanya menunjukkan hasil negatif berdasarkan hasil rapid test/PCR saja, tanpa harus menjalani karantina. Hasil tes melalui test swab PCR memiliki akurasi yang tinggi dengan masa berlaku 7 hari. Sedangkan hasil rapid test (test cepat) tingkat akurasinya masih di bawah dan hanya memiliki masa berlaku 3 hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menambahkan, aturan tersebut dibuat melihat banyaknya kasus baru konfirmasi positif dari pekerja yang datang dari luar daerah kembali ke Kaltim.

“Sekira 20 kasus positif berasal dari orang yang masuk ke Kaltim. Mereka masuk untuk bekerja kembali. Ini dilakukan agar warga terhindar dari penularan virus yang dibawa oleh individu daerah lain,” tegasnya. (lim)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top