POLITIK

Legislator Kutai Kartanegara Minta RPU Tenggarong Seberang Kembali Diaktifkan

Alif Turiadi dan Syarifuddin. (Foto: Hik/kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Tidak beroperasinya Rice Processing Unit (RPU) Tenggarong Seberang selama bertahun-tahun lamanya membuat DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) prihatin. Sehingga lembaga wakil rakyat itu mengusulkan agar RPU diaktifkan kembali.

Dalam hal ini RPU digadang-gadang bakal menjadi lembaga bisnis beras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang dikelola Perusda Tunggang Parangan.

“RPU akan kami aktifkan lagi, sayang sudah lama enggak aktif,” jelas Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, Jumat (12/6/2020) siang.

Politisi Partai Gerindra tersebut sempat melihat kondisi RPU secara langsung. Kata dia kondisinya seperti hidup segan mati tak mau. Saat melihat langsung, juga ditemukan beberapa mesin dan komponen yang mengalami kerusakan skala ringan, sedang, dan berat.

“Mana yang bisa diperbaiki mana yang harus diganti komponennya. Sepertinya, beberapa komponen harus ada yang diganti karena ada yang mengalami rusak parah,” jelas Alif yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman ini.

Alif juga mengatakan bakal memanggil manajemen Perusda Tunggang Parangan selaku pengelola RPU Tenggarong Seberang. Dia ingin menanyakan apakah Perusda masih ada keinginan mengelola RPU.

Selain RPU untuk diaktifkan kembali, Alif juga menyinggung aset-aset milik Pemkab Kukar yang tidak produktif lagi. Dalam hal ini dia meminta segera dilakukan penataan aset. Jika memang banyak yang tidak layak segera diputihkan yang nantinya bakal jadi pendapatan pemkab.

“Jika ada aset yang layak dijual, ya jual saja, kan lumayan bisa masuk jadi Pendapatan Asli Daerah(PAD),” tegasnya.

Sementara itu kolega Alif dari PAN, Syarifuddin mengatakan, sangat setuju aset pemkab Kukar yang tidak produktif untuk secepatnya dilakukan penataan aset. Jika memang diharuskan ada pemutihan aset segera lakukan saja.

“Contohnya kendaraan dinas jenis mobil dan motor. Jika memang ada yang tidak produktif lagi dan masih dipegang oleh orang tertentu, diputihkan menjadi pilihan yang tepat bagi Pemkab Kukar,” tandas Syarifuddin. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top