METROPOLIS

Menginspirasi, Polisi Kutai Kartanegara Ini Dorong Masyarakat Ciptakan Ketahanan Pangan Mandiri

Bripka Suwarno (paling kanan) ketika memantau salah satu perkarangan warga yang sudah ditumbuhi sayuran. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Institusi Polri patut berbangga. Di tengah situasi pandemi Covid-19 ini ada saja inovasi anggotanya yang membawa harum nama Korps Bhayangkara. Salah satunya Bripka Suwarno asal Polres Kutai Kartanegara (Kukar) yang sukses berinovasi di bidang ketahanan pangan.

Sehari-hari Bripka Suwarno bertugas sebagai petugas Bhabinkamtibmas di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan. Bagi Suwarno, di mana pun ditempatkan bertugas maka patut dijalani sepenuh hati. Termasuk sebagai petugas Bhabinkamtibmas yang kini sedang dia lakoni.

Pada gerbang utama Desa Loa Janan Ulu, tampak tertulis Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Maksudnya adalah kawasan perkampungan tersebut kini dipenuhi rumah-rumah warga yang mendukung ketahanan pangan secara mandiri dengan melakukan penanaman pangan secara sederhana di sekitar lingkungan rumah. Tujuannya agar kebutuhan skala rumah tangga terpenuhi.

Maka tak heran jika penjual sayur yang berjualan di desa ini kerap kali tak mendapatkan pembeli. Pasalnya warga selama ini memilih berkebun sendiri secara organik dengan berbagai media sederhana.

Motivasi warga untuk berkebun dan menyiapkan pangan mandiri itu tidak begitu saja muncul. Beberapa tahun lalu, Bripka Suwarno yang baru bertugas sebagai petugas Bhabinkamtibmas getol melakukan kegiatan ngopi bareng dengan warga.

Satu persatu kepala dusun serta para tokoh desa menjadi lawan diskusinya. Tak sekadar ingin membangun kedekatan, tetapi dia juga ngotot ingin menyerap aspirasi masyarakat desa. Sehingga persoalan kerawanan gangguan Kamtibmas bisa dipetakan jauh-jauh hari.

Desa yang dikelilingi konsesi tambang itu ternyata juga pernah menjadi lokasi persembunyian buronan teroris. Suwarno pun akhirnya semakin kenal dengan karakter warganya. Dari hasil rutinitas ngopi bareng itulah muncul inovasi menggiatkan warga setempat dengan berkebun di lahan-lahan tidur warga.

Diutamakan pada lahan tidur yang terdekat dengan rumah masing-masing, seperti di perkarangan. Kelompok Wanita Tani (KWT) asal Dusun Tegal Anyar, Desa Loa Janan Ulu menjadi salah satu pionir gerakan berkebun tersebut. Mereka terdiri dari ibu rumah tangga (IRT) yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

“Dari pada merumpi saja membahas hal yang tidak jelas, ibu-ibu ini diberdayakan untuk berkebun di perkarangan rumah. Mereka akhirnya lebih produktif,” ujar Suwarno.

Kesibukan baru ibu-ibu itu pun berbuah hasil. Tak hanya mendapat hasil kebun sayur untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuat antar kepala keluarga saling kenal. Jika ada pendatang baru maka akan langsung terdeteksi oleh anggota KWT. Mereka turut berkoordinasi dengan Bripka Suwarno.

“Biasanya dalam sepekan membeli sayur bisa sampai Rp 200 ribu, lumayan sebulan bisa hemat satu keluarga sampai Rp 800 ribu,” ujar Kateno, Kepala Dusun Tegal Anyar.

Kolam buatan yang semula hanya lahan tidur tidak produktif kini berisi ribuan ikan berbagai jenis. (Foto: ist)

Efek domino program pertanian yang digagas Suwarno beserta warga tak cukup sampai di situ. Putra daerah Kukar itu juga mengembangkan program perikanan. Lahan tidur milik warga di RT 24 pun disulap menjadi kolam ikan.

Menariknya Suwarno mengaku tak pandai dalam ilmu pertanian dan perikanan. Hanya saja kemauan belajar serta rutinitas memotivasi warga menjadi salah satu modal untuk menjalankan tugasnya di instutusi Polri. Kolam buatan yang semula hanya lahan tidur pun kini telah ditebar bibit ikan lele, nila, patin, serta gurame.

“Yang penting kita mau belajar saja. Dengan semangat yang kita sebarkan ke warga, insyaallah akan direspon positif. Mereka juga perlu mendapat motivasi serta dukungan. Makanya sering kami lakukan diskusi produktif tersebut,” kata Suwarno.

“Sekarang kalau kami mencangkul atau pegang arit untuk memotong rumput, warga tanpa disuruh langsung ikut membantu. Tidak lagi dikomandoi,” imbuhnya.

Suwarno mengatakan dia hanya berupaya menjalankan arahan dari pimpinannya di institusi Polri. Mulai dari Kapolri, Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek. Termasuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal di tengah masyarakat.

“Saat pandemi Covid-19, potensi kerawanan pangan bisa saja terjadi. Makanya masyarakat perlu dibentengi dengan semangat kemandirian. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjaga ketahanan pangan tersebut,” lanjutnya.

Tokoh pemuda Kecamatan Loa Janan Ghazali turut mengapresiasi dan mengakui semangat Bripka Suwarno dalam bertugas. Meski bukan penduduk asli Desa Loa Janan Ulu, Suwarno sering hadir di tengah-tengah warga. Bahkan menurutnya tak kenal waktu untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Dia pun berharap inovasi serta semangat Bripka Suwarno dalam mendorong ketahanan pangan mandiri bisa diikuti di daerah lain. Ghazali juga turut menyampaikan terima kasih kepad institusi Polri yang memberikan sumbangsih gagasan dan pemikiran hingga terlaksanakan di tingkat desa. (ahy)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top