HUKUM & KRIMINAL

Mantan Pacar Menolak Balikan, Video Mesum Disebar di Media Sosial

Ilustrasi. (Foto: iStock)

SAMPIT, Kate.id – Cinta ditolak, video mesum bertindak. Mungkin itu yang ada dalam pikiran seorang pria berinisial AP (23), warga Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Dia tega menyebar video mesum mantan pacarnya lantaran menolak diajak balikan.

Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Abdoel Harris Jakin menguraikan, kasus ini berawal November 2019 lalu ketika tersangka dan korban masih menjadi sepasang kekasih. Eratnya hubungan cinta, membuat keduanya tidak sungkan dengan hal-hal yang tabu.

Saat itu mereka berkomunikasi melalui sambungan video. Tersangka lalu menyuruh korban melakukan masturbasi. Tanpa sepengetahuan korban, ternyata tersangka merekam video adegan mesum tersebut melalui tangkapan layar di telepon seluler milik tersangka.

Hubungan manis keduanya lantas putus pada Februari lalu. Namun AP rupanya masih menyimpan rasa pada korban. Maret 2020, tersangka mendatangi korban membujuk untuk balikan. Sayangnya cintanya kini bertepuk sebelah tangan, AP malah diacuhkan.

Penolakan tersebut rupanya membuat tersangka kecewa. Dia lantas mengirim pesan singkat berisi ancaman kepada korban berisi ancaman bahwa dia akan menyebar video mesum korban. Meski begitu korban tetap tak menghiraukannya.

Merasa terhina, AP pun gelap mata. Kamis (7/6/2020) pekan lalu, tersangka membuktikan ancamannya dengan menyebar rekaman video mesum korban ke media sosial. Video itu disebarkan menggunakan tiga akun media sosial yang dibuat AP di Facebook dan Instagram. Rekaman video tak senonoh itu rupanya dikirim kepada 71 orang pengguna media sosial tersebut. 

Kejadian ini sontak membuat korban merasa dipermalukan dan sakit hati. Dia kemudian melaporkan tindakan tersangka kepada polisi sehingga polisi langsung menangkap tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Korban tidak terima dan melaporkan kejadian ini kepada kami sehingga kasusnya kami proses. Pelaku dan korban sudah berpacaran hampir tiga tahun. Mereka putus, kemudian pelaku mengajak balikan, tapi korban menolak sehingga pelaku kecewa,” sebut Harris. 

AP pun diringkus polisi dan mesti meringkuk di tahanan Polres Kotim. Tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) Jo Pada 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun pidana penjara.

“Pesan moral dari kejadian ini adalah, berhati-hati dan bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan mengumbar hal-hal yang sifatnya sangat pribadi karena tidak menutup kemungkinan suatu saat itu akan menjadi aib bagi kita sendiri,” tutur Harris.

Sementara itu tersangka AP mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku terbawa emosi karena kecewa dengan sikap sang mantan pacar.

“Dia sering menjelek-jelekan saya. Video itu sebenarnya untuk koleksi pribadi saja. Saya juga takut menyebarkannya. Saya sangat menyesal,” ujar AP. (ray)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top