HUKUM & KRIMINAL

Baru Bebas Dua Pekan, Napi Asimilasi Covid-19 Kembali Mencuri

ilustrasi.

SINGKAWANG, Kate.id – Narapidana (napi) asimilasi pandemi virus corona baru (Covid-19) kembali berulah. Polres Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap seorang napi berinisial DN yang baru dua pekan keluar dari Lapas Kelas II B Singkawang, Jumat (5/8/2020).

DN yang mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) diduga melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan Sagatani, Pasar Sempalet, Singkawang.

“Kejadian ini berawal dari pelaku sedang mencari ponsel di konter milik korban. Namun uang pelaku tidak cukup,” ungkap AKP Tri Prasetiyo selaku Kasat Reskrim Polres Singkawang, Senin (8/6/2020).

Beberapa jam kemudian pelaku datang lagi dan melihat konter korban sedang sepi. Timbul niat jahat pelaku yang lantas mengeluarkan sebilah pisau kecil untuk mengancam korban agar tidak berteriak.

“Mendapat ancaman tersebut, korban langsung mengeluarkan dua buah ponsel yang masih bersegel dengan masing-masing merek Oppo A5s warna biru dan Oppo F9 warna ungu galaksi,” beber Tri.

Pelaku kemudian kabur dengan mengendarai sepeda motor ke arah Kota Singkawang. Dari kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 4.099.000.

Dari penangkapan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah ponsel yang diduga milik korban. Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT warna merah.

“Selain itu kami juga mengamankan satu orang pria berinisial SM, yang diduga sebagai penadah dari barang rampasan tersebut,” tambah Tri.

Atas perbuatannya, pelaku DN diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara. Pelaku DN rupanya merupakan residivis karena sebelumnya sudah tiga kali berhadapan dengan hukum yaitu kasus kepemilikan senjata api, kasus pencurian sepeda motor dua kali dan sekarang melakukan pencurian dengan kekerasan.

Sementara pelaku DN mengaku perbuatan kejahatan yang dilakukannya sudah terhitung empat kali. Kasus senjata api satu kali, pencurian sepeda motor dua kali, dan pencurian dengan kekerasan satu kali.

“Uangnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti makan, nyantai, dan membeli narkoba,” tandas Tri. (tia)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top