OLAHRAGA

Meski Berkulit Putih, Petinju Tyson Fury Juga Dapat Perlakuan Rasis

Tyson Fury. (Foto: AFP/Steve Marcus/Getty Images)

Kate.id – Perlakuan rasis rupanya bukan hanya dialami mereka yang berkulit hitam. Mereka yang berkulit putih pun tak luput dari rasisme. Sebagaimana dialami juara tinju kelas berat sabuk WBC Tyson Fury.

Dalam dukungannya terhadap solidaritas ‘Black Lives Matter’ terkait kematian George Floyd akibat ulah polisi, Tyson mengaku belum lama ini menjadi korban rasialisme. Pasalnya Fury adalah pendatang dari etnis berbeda.

“Saya seorang pria kulit putih, dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya adalah pendatang, saya berasal dari latar belakang etnis,” sebut Tyson Fury.

Kata dia, perlakuan rasialisme tidak saja menimpa kulit hitam. Melainkan juga kulit putih sepertinya. Memerangi rasialisme ini pernah Fury lakukan pada 2016. Hal itu menurutnya menjadi tantangan bagi petinju 31 tahun itu di setiap tahun.

Kala itu Fury dan istrinya Paris harus keluar masuk restoran di Inggris karena mendapat serangan rasialisme yang disebabkan latar belakangnya sebagai keluarga asal Irlandia yang menetap di Inggris. Bahkan serangan itu didapat ketika dia menjadi juara dunia kelas berat.

“Bahkan, ketika hari ini Anda pergi ke pub, bar, restoran, dan dibilang ‘kami berhak tidak membiarkan pendatang masuk, tidak ada pendatang yang diizinkan, orang gipsi, atau pendatang,” tuturnya.

“Jadi bukan hanya orang kulit hitam yang mengalami rasialisme. Saya pikir pendatang adalah bentuk rasialisme yang paling sering didapat di Inggris dan di seluruh dunia,” tambah Fury.

Karena itu Fury memberikan dukungan dalam kematian Floyd karena pernah merasakan perlakuan rasialisme. Petinju kelahiran Manchester itu merasa perilaku rasialisme sangat perlu diubah oleh semua orang.

Di mata Fury, tewasnya Floyd di tangan petugas kepolisian tidak bisa diterima. “Ini mengerikan, karena Anda tidak bisa menilai semua orang dengan sama,” ungkapnya. (mir)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top