POLITIK

Tangan Tuhan di Balik Langkah Darlis Maju Pilkada Samarinda

HM Darlis Bakal Calon Wakil Wali Kota Samarinda mendampingi M Barkati (Dok. Facebook HM Darlis)

SAMARINDA, Kate.id Nama HM Darlis Pattalongi tiba-tiba muncul dalam peta politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda. Dia didaulat menjadi Calon Wakil Wali Kota mendampingi M Barkati yang akan maju sebagai Calon Wali Kota Samarinda.

Praktis langkah politik ini mengejutkan banyak pihak. Lantaran sebelumnya Darlis tak masuk dalam radar Pilkada Samarinda. Namanya hanya menggema di percaturan politik Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam dialog interaktif secara virtual di kanal Youtube Huma Inspirasi Minggu (31/5), Darlis mengungkapkan alasan di balik keputusannya terjun dalam bursa Pilkada Samarinda. Menurutnya semua keputusan tersebut tak lepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Karena sejatinya kita hanya bisa berencana, jalan takdir Dialah yang menentukan arahnya. Karena saya percaya, selama niat kita baik, pasti Allah tunjukkan jalan-Nya,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim ini.

Diketahui, setahun silam Darlis memang fokus bersosialisasi di Kukar. Pasalnya ada aspirasi masyarakat Kukar yang menginginkannya maju dalam Pilkada Kota Raja, julukan Kukar. Karenanya keputusannya untuk banting setir ke Kota Tepian, julukan Samarinda, terbilang mengejutkan.

“Sebetulnya proses Pilkada baik di Kukar dan Samarinda bagian dari personal. Memang sebetulnya lebih awal saya berkoordinasi dengan teman di Kukar terkait kesiapan maju di sana,” tutur Darlis mulai berkisah.

Diakui, proses sosialisasi menuju kursi kepemimpinan Kukar telah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. Namun pada Februari 2020, proses politik di Kukar berlangsung begitu dinamis berikut komunikasi-komunikasi politik yang melingkupinya.

Alhasil, sekalipun Darlis sudah gencar dan intens melakukan sosialisasi pada masyarakat, belum juga ada koalisi partai politik (parpol) yang terbentuk di sana. Termasuk siapa pasangan yang akan mendampingi bila benar maju Pilkada Kukar juga tak kunjung final.

“Pada saat dinamisnya di Kukar itu, datanglah teman-teman di Samarinda yang kemudian memaparkan berbagai macam argumentasi politik Samarinda. Perihal interaksi di Samarinda dan persoalan-persoalan yang terjadi,” ungkap tokoh Samarinda Seberang ini.

Dari komunikasi tersebut, rekan-rekannya lantas menyimpulkan alangkah bagus bila kemudian Darlis saja yang maju dalam Pilkada di Samarinda.

“Jadi sebenarnya bukan saya meninggalkan kukar, tidak. Hanya saja komunikasi politiknya lebih luwes terjadi di Samarinda. Barangkali akan berbeda bila apa yang saya lakukan di Kukar itu menemukan finalisasi, situasi akan berbicara lain,” sebut Darlis.

Tetapi lantaran kondisi di Kukar masih terus dinamis, sementara di satu sisi komunikasi di Samarinda begitu lancar serta kondusif dalam membangun koalisi parpol dan kandidat, dia pun mengambil keputusan besar. Pada 23 Maret 2020 silam, Darlis memutuskan maju di Pilkada Samarinda.

Lantas, bagaimana proses bisa sepakat berdampingan dengan M Barkati? Darlis mengurai, beberapa pekan sebelum keputusan itu dibuat, Barkati sempat menemuinya. Wakil Wali Kota Samarinda itu mencoba menjajaki kemungkinan berpasangan dengan Darlis. Hanya saja pada saat itu lantaran dirinya tengah intens bersosialisasi di Kukar, sehingga penjajakan dari Barkati belum Darlis anggap serius.

“Tetapi ternyata setelah Pak Barkati menjalin komunikasi dengan teman-teman saya, baik di partai dan di luar partai, para tokoh Samarinda mengajak, melalui mereka menyampaikan ke saya, untuk berpasangan (dengan M Barkati) dalam Pilkada,” sebut Anggota DPRD Kaltim periode 2004-2014 tersebut.

Dari proses inilah, Darlis menyakini sebagai “campur tangan” Tuhan yang Maha Esa dalam ikhtiarnya mengabdikan diri kepada masyarakat. Di sisi lain, Darlis melihat sepak terjang Barkati dalam memimpin Samarinda yang dianggapnya memiliki kepemimpinan yang baik. Darlis juga melihat pada diri Barkati ada karakter keberpihakan kepada masyarakat. Sosok karakter seperti inilah yang menurutnya dibutuhkan Samarinda.

Kata dia, banyak hal yang harus dibenahi di Samarinda dengan kepemimpinan Barkati kelak. “Sehingga saya menerima, bismillah, (berpasangan) dengan Pak Barkati,” simpul Darlis.

Malahan rupanya sebelum Darlis memutuskan maju dalam Pilkada kukar, pada Agustus 2019 dia didatangi beberapa orang yang mengaku orang dekat Barkati. Mereka mengajaknya untuk maju Pilkada di Samarinda berpasangan dengan Barkati.

“Tapi saya tidak melakukan konfirmasi ke Barkati. Saya juga masih fokus di Kukar sehingga tawaran teman-teman itu juga saya biarkan berlalu begitu saja. Baru pada 23 Maret saya anggap serius, karena Barkati datang bersama pimpinan parpol lainnya,” cerita Darlis.

“Dan teman-teman saya melihat ini (Barkati) ada keseriusan luar biasa (untuk menggandeng Darlis),” sambungnya optimistis dengan izin Tuhan mampu memenangkan Pilkada Samarinda bersama Barkati.

Menurut Darlis, saat ini ada dua tantangan besar yang dihadapi masyarakat Samarinda. Yaitu pandemi virus corona baru (Covid-19) dan juga musibah banjir belakangan ini. Sehingga kegiatan yang mereka lakukan saat ini lebih mengarah pada aksi sosial membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dan pandemi Covid-19.

Darlis pun bersama para kader DPD PAN Samarinda melakukan berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat Samarinda. “Saat ini Kami lebih mengedepankan kegiatan sosial dahulu. Pada saatnya nanti kami akan paparkan solusi dan program atas segala permasalahan dan tantangan pembangunan Samarinda ke depan,” tegas Darlis. (lim/lan)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top