EKONOMI & BISNIS

Usai Lebaran, Harga Ayam dan Ikan di Samarinda Masih Mahal

SAMARINDA, Kate.id – Meski lebaran Idulfitri telah usai, harga sejumlah kebutuhan pokok di Samarinda masih tergolong mahal atau belum mengalami penurunan.

Misalnya, harga ayam broiler dan komoditas ikan masih sulit didapatkan dan mahal. Hal ini ditengarai salah satu faktornya karena sejumlah penjual sayur dan nelayan masih merayakan lebaran di tengah pandemi wabah Covid-19 di Samarinda.

“Harga ayam broiler masih mahal. Per ekornya masih di atas Rp50.000 per ekor untuk ukuran satu kilogram. Padahal harga normalnya biasanya hanya Rp35.000 per ekornya,” ujar Ahmadnudin, seorang pedagang ayam broiler di kawasan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Menurutnya harga ayam yang tinggi ini dikarenakan imbas dari pengusaha ayam yang mengosongkan kandangnya, karena sepinya pembeli selama Covid-19 mulai mewabah pada awal Maret lalu.

“Saat pemerintah menetapkan darurat Korona, kan orang-orang disuruh berdiam di rumah. Nah, saat itu ayam harganya jatuh dan pengusaha mengosongkan kandangnya. Nah, saat ini baru terasa dampaknya harga ayam naik, karena permintaan meningkat saat lebaran,” jelasnya.

Sementara itu, harga ikan laut dan ikan sungai juga mengalami kenaikan karena selain masih dalam suasana lebaran, musim hujan dan gelombang tinggi juga mempengaruhi aktivitas nelayan dalam melaut.

“Walaupun ada ikan laut yang dijual stok dan harganya diatas rata-rata harga normal. Kenaikannya bias sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya dari hari biasa,” ujar Daeng Aco, yang berjualan ikan di Jalan Wahid Hasyim.

Ia menjual kepiting mulai harga Rp35.000 hingga Rp65.000 untuk kepiting yang bertelur. Sedangkan cumi-cumi dijual dengan harga Rp55.000, ikan patin Rp35.000, ikan lele Rp30.000, udang laut Rp70.000 dan udang tiger prawn kualitas ekspor dijual Rp120.000/Kg. Untuk kerang kupas Rp50.000 dan kerang berkulit antara Rp15.000 hingga Rp30.000.

“Namun untuk kepiting dan kerang berkulit stoknya kosong karena belum ada pasokan dari nelayan di Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Mungkin mereka belum melaut,” ucapnya. (sp)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top