EKONOMI & BISNIS

Proyek Strategis Nasional Diklaim Bakal Ciptakan 19 Juta Lapangan Kerja

Airlangga Hartarto.

JAKARTA, Kate.id – Bakal ada sekitar 19 juta lapangan kerja baru yang dapat tersedia sebagai dampak turunan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dijelaskan, dari data yang didapatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dampak pengganda dari setiap Rp 1 triliun proyek itu bisa mempekerjakan 14 ribu tenaga kerja baik langsung atau tidak langsung.

“Jadi ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan dan dalam periode 2020-2024. Ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta atau selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang selama 5 tahun ini,” kata Airlangga, Jumat (29/5/2020).

Data terakhir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, setidaknya ada 88 dari 223 proyek yang selesai dikerjakan pada akhir 2019 senilai total Rp 4.183 triliun. Selanjutnya ada 89 proyek yang direkomendasikan sebagai PSN baru pada 2020 sebesar Rp 1.422 triliun.

“Penambahan tenaga kerja tentu bervariasi. Yang kami sampaikan adalah ‘rule of thumb’ misalnya di Konawe bisa 11 ribu (lapangan kerja), jadi tergantung klaster dan juga program di ‘power plant’, pembangunan jalan tol yang akan diawali oleh padat karya,” tambah Airlangga.

Kata dia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proyek tersebut bernilai tambah terhadap penghematan devisa. Serta menghasilkan ekspor maupun penciptaan lapangan kerja baru.

Beberapa proyek yang disorot misalnya terkait pengembangan kilang di Balongan. Finalisasi dengan investor dari Taiwan akan dibuat ‘refinery’ yang terintegrasi dengan Petrokimia. Dengan besarannya diharapkan mencapai USD 12 miliar dan penghematan devisa diharapkan USD 12 miliar.

Demikian juga pengembangan smelter di kawasan Weda Bay, Morowali, Konawe yang masih terus berjalan. Potensi pencapaian devisa dalam 1-2 tahun ke depan bisa meningkat dari USD 6 miliar menjadi USD 9-10 miliar.

“Dan jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan itu cukup besar seperti di Morowali mencapai 40 ribu tenaga kerja, sedangkan Konawe mencapai 11 ribu tenaga kerja,” tambah Airlangga.

Pun demikian, masih ada pengembangan kawasan industri di Brebes yang diharapkan bisa menarik untuk relokasi dari industri dari Jepang, Korea atau Amerika Serikat. Khususnya bagi industri yang akan merelokasi value chain termasuk ke Indonesia. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top