SAINS & TEKNO

UI dan UGM Jadi Perguruan Tinggi Paling Produktif dalam Publikasi Ilmiah

Kampus Universitas Indonesia. (Foto: Dok UI)

JAKARTA, Kate.id – Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi dua perguruan tinggi yang paling produktif dalam publikasi ilmiah selama periode 2018 hingga sekarang. Hal itu diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro berdasarkan Science and Technology Index (Sinta).

Kata dia, pada kondisi 2018 sampai tahun ini posisi sementara yang paling tinggi output-nya atau paling produktif secara institusi adalah UI dengan hampir 12.600 publikasi ilmiah. Diikuti UGM dengan 9.300 publikasi ilmiah.

“Sinta dapat dimanfaatkan untuk mengukur atau menganalisis kinerja dan output riset nasional selain dari segi individu (peneliti dan dosen) juga bisa dihitung berdasarkan institusi,” sebut Bambang, Kamis (28/5/2020).

Di bawah UI dan UGM ada Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan sekira 8.800 publikasi ilmiah, Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan sekitar 6.300 publikasi ilmiah dan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan sekitar 5.000 publikasi ilmiah. Dia berharap hal ini menjadi motivasi bagi pimpinan universitas untuk terus mendorong para peneliti dan dosennya untuk lebih produktif menghasilkan produk ilmiah.

Kata Bambang, Sinta sudah terintegrasi dan menjadi rujukan dari aktivitas riset Indonesia. Salah satunya dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang saat ini aktif memberikan pendanaan kegiatan riset. Baik yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI).

“Sinta juga sudah diintergrasikan dari berbagai data yang berasal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan kekayaan intelektual termasuk paten,” tambahnya.

Menurut Bambang, penilaian kemampuan dari peneliti atau dosen tidak hanya sekadar kemampuan mereka memublikasikan di jurnal yang berkualitas. Melainkan juga pada kemampuan mereka menghasilkan inovasi yang kemudian berujung pada paten dan hak kekayaan intelektual. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top