NASIONAL

Ratusan Perusahaan Langgar Aturan Pembayaran THR

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

JAKARTA, Kate.id – Ratusan perusahaan melanggar aturan perihal pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan. Hal ini terungkap dari laporan Posko Pengaduan THR Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, posko Pengaduan THR selama 11 sampai 25 Mei 2020 menerima laporan dari 453 pelapor mengenai 336 perusahaan yang diduga melanggar aturan tentang pembayaran THR.

“Rinciannya ada 146 pengaduan mengenai perusahaan yang belum membayarkan THR. Tiga aduan mengenai THR yang belum disepakati, 78 pengaduan mengenai keterlambatan pembayaran THR, dan 226 pengaduan mengenai perusahaan yang tidak membayarkan THR,” beber Ida dalam siaran persnya.

Saat ini, sambung Ida, pihaknya telah mengoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk tindak lanjut pemeriksaan oleh pengawas ketenagakerjaan dalam rangka penegakan hukum. Pemeriksaan awal pengaduan terkait pembayaran THR akan difokuskan pada kasus THR yang belum disepakati, belum dibayarkan, terlambat dibayarkan, dan tidak dibayarkan.

“Para pengawas ketenagakerjaan akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan mengenai masalah pembayaran THR. Memverifikasi laporan tersebut, serta memastikan kondisi perusahaan,” sebutnya.

Diuraikan, ada sebanyak 1.353 pengawas ketenagakerjaan yang terdiri atas 1.237 pengawas ketenagakerjaan tingkat provinsi dan 116 pengawas ketenagakerjaan tingkat pusat akan memeriksa laporan-laporan mengenai masalah pembayaran THR.

Ida memastikan bakal mengerahkan para pengawas ketenagakerjaan di seluruh Indonesia untuk menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk ke Posko Pengaduan THR sehingga permasalahannya dapat segera diselesaikan.

“Perusahaan yang tidak membayarkan THR pekerja akan mendapatkan sanksi administratif berupa teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha. Perusahaan yang terlambat membayar THR akan dikenai denda yang dananya kemudian akan dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja,” tegasnya. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top