EKONOMI & BISNIS

Jaga Pangan, Jokowi Siapkan Empat Insentif untuk Petani dan Nelayan

Jokowi sebelum melaksanakan salat Idulfitri di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ahad (24/5/2020). (Foto: BPMI).

JAKARTA, Kate.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan empat insentif khusus bagi petani dan nelayan. Hal ini dilakukan dalam untuk menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).

“Saya melihat ada beberapa skema program besar yang bisa digunakan untuk membantu para petani dan nelayan di masa pandemi ini,” sebut Jokowi, Kamis (28/5/2020).

Insentif yang pertama melalui program jaring pengaman sosial, dengan target 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak harus masuk dalam program bantuan sosial yang diadakan. Program sosial yang dimaksud berupa program keluarga harapan (PKH), bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT) desa, paket sembako, dan program gratis subsidi listrik.

“Tujuan utama dari skema program ini adalah meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga-keluarga kurang mampu. Termasuk di dalamnya ada petani dan nelayan miskin,” terangnya.

Insentif yang kedua, sambung Jokowi, yaitu melalui program subsidi bunga kredit yang juga sudah diputuskan dan sudah berjalan. Pemerintah telah menyiapkan Rp 34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit yang disalurkan lewat KUR, Mekaar, Umi, Pegadaian, dan lewat perusahaan pembiayaan lainnya.

“Di sisi lain ada penundaan angsuran dan subsidi kepada para penerima bantuan permodalan yang dilakukan beberapa kementerian,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Insentif ketiga yakni pemberian stimulus untuk modal kerja yang dinilai juga penting sekali bagi usaha pertanian, usaha kelautan, dan perikanan. Bagi petani dan nelayan yang bankable, penyalurannya bisa melalui perluasan program kredit usaha rakyat (KUR). Sedangkan yang tidak bankable penyalurannya bisa lewat Umi, Mekaar, dan skema lain melalui kementerian.

“Untuk itu saya meminta agar prosedur dan akses dipermudah. Dibuat sederhana dan tidak berbelit. Sehingga petani dan petambak bisa memperoleh dana-dana yang dibutuhkan,” kata Jokowi.

Kemudian insentif keempat melalui instrumen kebijakan nonfiskal. Melalui kebijakan kelancaran supply chain diharapkan usaha pertanian dan perikanan ini lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk alat-alat produksi.

“Saya kira ini sudah kita berikan beberapa tahun yang lalu,” tegas Jokowi. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

POPULER

To Top