ADVERTORIAL

Pansus RP3KP DPRD Kaltim Soroti Masalah Banjir dan Ruang Terbuka Hijau

SAMARINDA, Kate.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kaltim terkait Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (RP3KP) terus melakukan pembahasan.

Pada Rabu (27/5/2020) pansus melakukan rapat membahasn sejumlah agenda dalam penyusunan raperda yang bakal menjadi payung hukum tata kelola penataan perumahan dan kawasan pemukiman di Kaltim tersebut.

Anggota Pansus Raperda RP3KP, Puji Setyowati mengatakan, pihaknya sepakat dari raperda tersebut ada dua fokus sasaran utama. Bagaimana payung hukum tersebut nantinya dapat menyelesaikan pelbagai persoalan lingkungan di Kaltim. Mulai dari masalah banjir hingga ruang terbuka hijau.

Untuk mencapai pengawasan tersebut, kata dia, Pansus merekomendasikan kepada Pemprov Kaltim untuk membentuk Dinas Pemukiman terlebih dahulu, sehingga dapat mengakomodir semua kegiatan dalam RP3KP tersebut. Namun diperlukan kajian yang matang.

“Sebenarnya di provinsi sendiri sudah dalam pembahasan, tetapi itu perlu mekanisme yang panjang. Tidak serta merta kita ingin ini itu, langsung dibentuk. Butuh pengkajian yang matang terlebih dahulu,” terangnya.

Menurutnya, nantinya isi dari raperda RK3KP tersebut untuk mengarahkan para pengembang misalnya, perumahan dan pemukiman yang sebelum membangun suatu kawasan. Agar dalam pembangunannya memikirkan dan atau menghindari potensi banjir dan menjaga lokasi daerah hijau.

“Jangan sampai rancangan RK3KP ini dalam berjalannya waktu terjadi tumpang tindih. Misalnya, kawasan yang tadinya untuk resapan air, dibangun perumahan. Kemudian, daerah hijau, hutan lindung ternyata dibikin rumah atau villa,” tegasnya.

“RP3KP ini akan memberikan arah, dasar siapa saja yang akan membangun perumahan, kawasan pemukiman, hutan lindung, serta kawasan cagar budaya,” pungkasnya.

Untuk memetakan segala persoalan tersebut, Pansus RK3KP akan turun kelapangan di kota kabupaten untuk meninjau rencana pengembangan pemukiman dan perumahan. (tm)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top