POLITIK

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, New Normal Dianggap Belum Perlu

Anis Byarwati.

JAKARTA, Kate.id – Kebijakan new normal belum semestinya diberlakukan pemerintah saat ini. Pasalnya jumlah pertambahan kasus virus corona baru (Covid-19) masih cukup tinggi. Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati.

Dia menyebut rata-rata 400 kasus positif virus Corona bertambah setiap hari. Bahkan pada tanggal 21 Mei lalu, terjadi peningkatan kasus positif corona sebanyak 973 orang. Pun demikian Anies menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih belum efektif.

“Saat ini saja, PSBB belum bisa dikatakan efektif. Masih banyak masyarakat beraktivitas keluar rumah tanpa masker atau tanpa jaga jarak,” kata Anis, Rabu (27/5/2020).

Dia juga menyoroti kesiapan pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan kurva yang masih naik dan aktivitas masyarakat yang akan kembali dibuka, kemungkinan penambahan pasien positif dalam jumlah besar akan sangat nyata.

“Jika pemerintah memaksakan diri menerapkan new normal, menurut saya justru akan mengkhawatirkan. Sebab, peningkatan aktivitas masyarakat akibat kebijakan itu bisa berpotensi menambah jumlah kasus virus Corona di dalam negeri,” sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta ini.

Pun demikian, menurut Anis ketika new normal diberlakukan secara efektif, daya angkat industri terhadap perekonomian tidak akan sama dan tidak akan sekuat sebelum pandemi Corona terjadi. Karena new normal diberlakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, di mana physical distancing tetap dilakukan dan para pekerja yang berusia di atas 45 tahun tidak bisa masuk kerja.

“Faktor ini akan mempengaruhi struktur pekerja di perusahaan-perusahaan,” tandas Anis.

Ia menegaskan pemerintah harus benar-benar melakukan kajian yang matang soal skenario dan dampak new normal kepada kesehatan masyarakat dan perekonomian. Jangan sampai tujuan new normal malah seperti jauh panggang dari api.

“Jangan sampai pemberlakuan kebijakan new normal membuat jumlah kasus justru makin bertambah dan membuat pemulihan ekonomi menjadi makin lama untuk Indonesia,” tutup Anis. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top