INTERNASIONAL

India Lockdown, Gadis 15 Tahun Nekat Bonceng Ayahnya Bersepeda Seribu Kilometer

Jyoti Kumari dan ayahnya, Mohan. (Foto: EPS)

Kate.id – Seorang remaja putri India berusia 15 tahun, Jyoti Kumari menarik perhatian dunia. Lantaran dia nekat yang mengayuh sepeda ratusan kilometer untuk dengan membonceng ayahnya untuk pulang kampung setelah India memberlakukan lockdown atau karantina wilayah di kota-kota besar akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).

Reuters melaporkan, Jyoti memboncengkan ayahnya dan mengayuh sepeda sejauh 1.200 kilometer selama tujuh hari. Dia dan sang ayah adalah salah satu dari banyak keluarga migran yang kehilangan pekerjaan dan meninggalkan kota-kota besar untuk pulang ke rumah mereka di bagian lain India. Pasalnya karantina wilayah telah menggerogoti tabungan mereka.

Federasi balap sepeda India yang terkesan dengan daya tahannya mengundang Jyoti untuk uji coba. Media lokal menyebut apa yang dilakukan Jyoti bisa menjadikannya pembalap sepeda.

Aksi Jyoti bahkan mendapat perhatian dari penasihat Presiden Amerika Serikat, Ivanka Trump. Dia menuliskan cuitannya di Twitter, Jumat (22/5/2020).

“Jyoti Kumari, berusia 15 tahun, memboncengkan ayahnya yang terluka ke desa asal mereka sejauh 1.200 km selama 7 hari. Prestasi daya tahan & cinta yang indah ini telah menarik perhatian rakyat India dan federasi balap sepeda!” cuit Ivanka yang juga putri Presiden AS Donald Trump.

Namun tokoh-tokoh politik oposisi serta beberapa komentator di negara berpenduduk 1,3 miliar itu mengatakan perjalanan sulit Jyoti untuk pulang karena lumpuhnya transportasi saat lockdown bukanlah sesuatu untuk dirayakan.

“Kemiskinan & keputusasaannya dimuliakan seolah-olah Jyoti mengayuh sepeda sejauh 1.200 KM untuk petualangan yang mengasyikkan. Pemerintah mengecewakannya, itu bukanlah sesuatu untuk digaungkan sebagai pencapaian,” cuit Omar Abdullah, mantan menteri utama Jammu dan Kashmir, Sabtu (23/5/2020) untuk menanggapi pesan Ivanka.

“Ini bukan prestasi yang unggul. Ini prestasi yang dipicu oleh keputusasaan yang disebabkan oleh sikap tak berperasaan dari pemerintah,” kata Kanti Chidambaram, anggota oposisi parlemen.

Mohan Paswan, ayah Jyoti yang merupakan pengemudi becak di India utara mengatakan, dia tidak bisa bersepeda karena kecelakaan yang dideritanya berbulan-bulan lalu. Kehabisan makanan dan uang, putrinya memutuskan untuk membawanya pulang ke desa mereka di negara bagian Bihar timur.

“Awalnya saya ragu karena dia baru berusia 15 tahun, tetapi saya salah. Dia memintaku duduk di sepeda dan tidak memedulikan apa yang akan dikatakan orang,” tutur Mohan.

Ayah dan anak itu bertahan hidup dengan biskuit dan makanan yang diberikan orang-orang selama perhentian perjalanan di tengah musim panas India yang terik. Jyoti mengatakan dia senang telah membawa ayahnya pulang dengan selamat.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa penutupan besar-besaran di India telah membantu membatasi penyebaran Covid-19. Namun di satu sisi, telah mendorong jutaan orang pekerja harian ke jurang kemiskinan.

Setelah memunculkan banyak kritik, pemerintah kini menjalankan kereta api dan bus untuk membantu para migran pulang. (reu)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top