INTERNASIONAL

Gara-Gara Videonya Viral, Dua Remaja Putri Pakistan Dibunuh Sepupu Sendiri

Aktivis HAM Pakistan berunjuk rasa menentang praktik honor killing. (Foto: Getty Images)

Kate.id – Nasib malang dialami Jasima Bibi dan Saeeda Bibi, remaja kakak beradik asal Pakistan. Kedua perempuan yang masing-masing berusia 16 tahun dan 18 tahun itu ditemukan tewas terbunuh pada 14 Mei di Distrik Waziristan Utara, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Pelakunya ternyata seorang pria yang merupakan sepupu langsung dari dua remaja nahas tersebut. Ironisnya, Jasima dan Saeeda dibunuh lantaran mereka terekam dalam video mencium seorang pria. Video dua gadis remaja di Pakistan itu sempat viral di media sosial.

Kepolisian yang menangkap pelaku pada Kamis (21/5/2020) mengungkapkan, motif pembunuhan itu didasari rasa malu setelah anggota keluarga korban melihat video viral tersebut.

“Tersangka utama telah mengaku melakukan pembunuhan saat diinterogasi. Saat ini kami akan membawa pelaku ke pengadilan,” kata Abdul Ghafoor Afridi, pejabat senior kepolisian di Khyber Pakhtunkhwa, seperti dikabarkan Reuters.

Kepolisian sebelumnya telah menangkap pria yang mencium dua gadis tersebut bersama satu pria lainnya yang gawainya digunakan untuk membuat video tersebut. Pihak kepolisian menyebut laki-laki itu juga yang mengunggah video tersebut ke media gaul.

Sementara itu, ayah kedua gadis itu bersama pamannya juga ditangkap oleh polisi karena diduga menutup-nutupi aksi pembunuhan. Kepolisian mengatakan pihak keluarga tidak ingin mengajukan gugatan terhadap kasus pembunuhan itu sehingga negara yang akan menjadi penggugat.

Diketahui, ribuan perempuan di Pakistan banyak mengalami kekerasan setiap tahunnya. Kekerasan terjadi akibat perbuatan yang dinilai beberapa pihak telah mencemari nama baik keluarga.

Pegiat hak asasi manusia menyatakan, banyak kasus kekerasan itu tidak dilaporkan ke aparat berwajib. Kasus pembunuhan demi menjaga nama baik keluarga atau honor killing pun marak terjadi di negara tetangga India tersebut.

Di samping ancaman pidana untuk kasus pembunuhan, kepolisian memakai aturan hukum lain untuk mengurangi honor killing. Langkah baru itu pertama kali diterapkan pada 2016.

Pelaku pembunuhan umumnya lolos dari jerat hukum karena mereka punya hubungan kekerabatan dengan korban. Para tersangka dahulu memanfaatkan celah pada aturan hukum yang memungkinkan mereka tidak dihukum saat sudah berdamai dengan keluarga.

Akan tetapi, Pakistan pada 2016 mengamandemen aturan tersebut guna menutup celah itu dan memungkinkan jaksa menuntut pelaku pembunuhan sampai pidana penjara seumur hidup. (reu)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top