METROPOLIS

Inovasi di Tengah Pandemi, Diskominfo Kutai Kartanegara dan IGI Kaltim Gelar Pesantren Ramadan Daring

Tampilan salah satu edisi Pesantren Ramadan Daring di Kota Raja Channel garapan Diskominfo Kukar dan IGI Kaltim. (Foto: tangkapan layar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kegiatan Pesantren Ramadan Daring yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Guru Penggerak Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Bukan hanya di Kukar, melainkan hingga ke wilayah lain di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Suparno Ghopar, Guru Penggerak Kukar yang juga Pelaksana Jabatan Ketua IGI Kaltim. Kata dia, tanggapan masyarakat terhadap program ini sangat luar biasa.

“Sebetulnya kami kemarin mengadakan pembelajaran daring. Tetapi begitu masuk ke bulan Ramadan, kami alihkan ke Pesantren Ramadan Daring,” kata Suparno kepada Kate.id.

“Jadi Pesantren Ramadan Daring kami laksanakan mulai dari 27 April hingga hari ini tanggal 21 Mei. Dan insyaallah nanti lebaran kedua, kami akan mengadakan halalbihalal atau Idulfitri secara daring juga,” sambungnya.

Dijelaskan Suparno, Pondok Ramadan Daring ini berawal dari kegiatan belajar daring di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Samarinda dengan Rumah Belajar didukung Diskominfo Kukar bersama guru-guru penggerak. Tetapi pada perkembangannya setelah stay at home akibat pandemi virus corona baru (Covid-19), pembelajaran beralih ke media YouTube.

“Kami di provinsi membuka dua kelas. Masing-masing Guru Tanggap Corona 1 dan Guru Tanggap Corona 2. Masing-masing memiliki pasukan 257 anggota guru penggerak seluruh Indonesia, yang setiap hari siap memberikan materi pelajaran, mulai pukul 09.00 Wita sampai sekira pukul 15.30 Wita. Kami mengadakan empat sesi untuk yang di Samarinda,” urainya. 

Untuk di Kukar, khususnya setelah Bupati Edi Damansyah meluncurkan “Kukar Cerdas dan Kukar Pintar”, pihaknya diminta juga melayani pembelajaran daring bagi siswa-siswa SMA/SMK, MA, dan PAUD. Akhirnya dibukalah pembelajaran daring di Kukar melalui kanal Kota Raja Channel di YouTube.

“Bahkan yang lebih unik lagi kami di Channel Kota Raja ini tidak hanya melayani SMA-SMK, MA, PAUD, tetapi juga mahasiswa dan umum,” sebut Suparno.

Pelaksana Jabatan Ketua IGI Kaltim, Suparno Ghopar. (Foto: Dok. Pribadi)

Kata dia, khusus untuk Kota Raja Channel yang bekerja sama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Web, Diskominfo, dan guru penggerak, selain memberikan pembelajaran daring berupa pelajaran, pihaknya juga memberikan materi-materi tambahan. Meliputi motivasi dan parenting sehingga masyarakat banyak yang mendapat pencerahan. 

“Banyak yang bergabung. Untuk pematerinya di Kota Raja Channel sama yang dari provinsi, kenyataannya yang bergabung seluruh Indonesia. Bahkan ada guru di Malaysia yang bergabung di kanal Kota Raja Channel,” ungkap Suparno.

Secara pribadi dia merasa bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Kukar Edi Damansyah. Sekalipun pendidikan untuk tingkat SMA dan PAUD merupakan porsi pemerintah provinsi.

“Tetapi beliau sangat mendukung kegiatan kami, bahkan tanggal 19 Mei kemarin beliau berkenan hadir di room kami, memberikan semangat untuk kebangkitan guru-guru di Kukar. Karena pendidikan itu harus bangkit, karena pendidikan untuk masa depan,” tegasnya.

Berbagai materi disajikan selama program Pondok Ramadan Daring dengan sederet narasumber dan tema berbeda dibahas setiap harinya. Di sela penyampaian materi, pemirsa Kota Raja Channel dapat langsung bertanya dengan mengetikkan pertanyaan di live chat. Nantinya akan dijawab oleh narasumber yang bersangkutan.

Menariknya, bagi pemirsa yang beruntung berhak mendapatkan hadiah menarik dengan menjawab pertanyaan yang diberikan moderator maupun narasumber.

Program ini sendiri tak lepas dari permintaan Bupati Kukar Edi Damansyah agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayahnya melakukan inovasi dalam memaksimalkan perannya masing-masing bagi masyarakat. Seperti Diskominfo melalui pembelajaran daring ini. (lan)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top