METROPOLIS

Edi Damansyah Peduli THL Kutai Kartanegara, Naikkan Gaji 50 Persen dan Beri THR

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat menerima kunjungan FTHK di rumah dinasnya. (Foto: FB Edi Damansyah)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kepedulian kepada tenaga harian lepas (THL) terus ditunjukkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah. Terbaru, Edi Damansyah menaikkan gaji THL sebesar 50 persen. Bukan itu saja, THL juga kini diberi jaminan kesehatan.

Alhasil, sejumlah perwakilan THL yang tergabung dalam Forum Tenaga Harian Kukar (FTHK) menyampaikan apresiasinya atas kebijakan Edi tersebut. Rasa terima kasih diungkapkan ketika mereka mendatangi pendopo rumah jabatan bupati, Rabu (21/5/2020) malam.

“Terima kasih banyak Pak atas waktu yang sudah diberikan kepada kami. Sebenarnya kami dengan Pak Edi juga beberapa kali bertemu langsung saat menjadi Sekda. Alhamdulillah, saat menjadi bupati ternyata bisa masuk pendopo ini,” ujar seorang perwakilan THL.

Wakil Ketua FTHK Kukar Nur Khasan dalam pertemuan tersebut melaporkan, THR untuk THL sudah mulai dicairkan pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di Kukar. Hal ini disambut gembira para THL yang sudah menanti lama THR tersebut.

“Alhamdulillah sudah banyak OPD yang mencairkan THR ini. Ini sudah sangat lama sekali kami nanti,” kata Nur.

Kedatangan para THL di pendopo pun disambut baik Edi Damansyah. Dia mengaku selama ini sangat terbuka dalam menyambut kedatangan warganya. Selama tidak berbenturan dengan agenda penting lainnya, Edi mengaku siap menerima warganya.

Bupati Kukar Edi Damansyah. (Foto: FB Edi Damansyah)

Edi menyatakan sejak awal memang menjadikan kesejahteraan THL salah satu prioritas dalam kepemimpinannya. Termasuk hak-hak dasar dan yang utama. Sebagaimana yang telah direalisasikan yaitu kenaikan gaji, pencairan THR, serta pemberian jaminan kesehatan.

Kebijakan-kebijakan tersebut rupanya telah diperjuangkannya sejak lama. Yaitu kedia dia masih menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar. Berbagai celah dalam tata kelola manajemen pemerintahan dia jadikan dasar kenaikan gaji serta THR tersebut. Termasuk hasil pencapaian prioritas daerah serta pelayanan publik yang diberikan kepada ASN.

“Keputusan yang saya ambil juga sudah berdasar aspek yuridis dan teknis. Saya juga tidak mau gembar-gembor saat melakukan prosesnya. Biar teman-teman merasakan saat semuanya sudah berhasil,” beber Edi.

Orang nomor satu di Kota Raja itu mengungkap, pemberian THR dan kenaikan gaji THL sempat menuai perdebatan di internal pemerintah. Namun bukan surut, Edi malah semakin berjuang untuk mewujudkan kebijakan tersebut.

“Satu hal harapan saya yang mendasar adalah, saya ingin pelayanan publik kita ini terus membaik. Salah satunya dengan kesejahteraan itu tadi. Karena saya ini Bupati yang berasal dari honorer. Saya merasa betul bagaimana menjadi seorang THL,” ungkapnya.

Edi bertutur, kepemimpinannya sebagai bupati bukanlah hal yang mudah. Pada 2018 ketika dia menjabat, sudah dihadapkan dengan persoalan defisit anggaran. Yaitu dengan ratusan miliar rupiah utang Pemkab Kukar. Selanjutnya pengentasan kemiskinan dan juga tahun ini justru adanya wabah Covid-19.

“Tetapi tetap untuk THL ini menjadi prioritas saya. Memang tidak bisa langsung, melainkan juga bertahap,” pungkas Edi. (lan)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top