HUKUM & KRIMINAL

Pengoplosan Beras Marak di Kobar Selama Ramadan

Polres Kobar menghadirkan para tersangka kejahatan dalam pengungkapan kasus selama Ramadan dan pandemi Covid-19, Rabu (20/5/2020). (Foto: Humas Polda Kalteng)

KOTAWARINGIN BARAT, Kate.id – Praktik pengoplosan beras menjadi kasus kejahatan paling menonjol selama Ramadan pandemi virus corona baru (Covid-19) di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebagaimana diungkapkan Polres Kobar dalam pengungkapan kasus selama Operasi Ketupat, Rabu (20/5/2020) pagi.

Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting menyebut, kasus yang menonjol di bulan Ramadan dan wabah pandemi Covid-19 adalah perlindungan konsumen. Dalam hal ini pihaknya berhasil mengungkap praktik oplos beras yang dipasarkan ke tiga kabupaten.

Dalam rilis kasus tersebut, Polres Kobar menghadirkan 18 tersangka dengan tujuh jenis tindak pidana. Di antaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian sepeda motor (curanmor), penggelapan, penganiayaan, sajam, penadahan dan perlindungan konsumen.

“Dari 18 tersangka, satu orang kami berikan tindakan tegas terukur karena saat dilakukan penangkapan berusaha melarikan diri. Ini merupakan data kriminalitas dari hasil cipkon (cipta kondisi). Hasilnya pengungkapan yang dilakukan sekitar 80 persen,” kata Dharma.

Menurut dia, sudah menjadi komitmen bersama jajarannya untuk menindak tegas segala aksi tindak kejahatan kriminalitas yang terjadi pada Bulan Suci Ramadan.

“Kesucian bulan Ramadan ini harus tetap kita jaga bersama sampai Hari Raya Idulfitri nanti, ” tegas Dharma. (ray)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top