METROPOLIS

Bupati Kutai Kartanegara Minta BUMD Tak Hanya Berharap Penyertaan Modal

Bupati Kukar Edi Damansyah. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar tak lagi berharap dan mengandalkan jatah penyertaan modal dari pemerintah kabupaten (Pemkab). Pasalnya diakui bila sangat berat untuk memberikan penyertaan modal kepada BUMD yang ada.

“Saya pesan, BUMD jangan berharap lagi dari penyertaan modal. Apalagi saat situasi dan kondisi Covid-19 masih berlangsung dan postur APBD belum aman,” ungkap Edi.

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar ini menyarankan pengurus BUMD untuk terus berinovasi dan kreatif. Guna mendapatkan cela pembiayaan penunjang BUMD. Seperti bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada serta apa yang bisa digarap dalam pengembangan bisnis mencari keuntungan.

“Perusahan tambang, perkebunan, dan migas ada saja di Kukar. Ini bisa diajak kerja sama bisnis. Selain itu BUMD bisa melibatkan UMKM Kukar guna mencari keuntungan bersama. Yang penting terjalin bisnis dengan baik,” bebernya.

Edi berkomitmen semasa dirinya menjabat sebagai Bupati Kukar, BUMD akan semakin mandiri dan berdaya saing. Dengan pengelolaan secara profesional dan diberikan kewenangan dalam pengembangan jaringan bisnis di daerah.

“Harapannya BUMD bisa memberikan sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD). Kita tidak bisa lagi mengandalkan pembagian bagi hasil migas dari pusat,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Perusda Kelistrikan Sumber Daya Energi (KSDE) Syafik Avicenna mengatakan, perusahaan daerah (perusda) yang dipimpinnya sudah lama mandiri. Serta tidak mendapatkan penyertaan modal sejak lama dari si pemilik yaitu Pemkab Kukar.

Syafik mengakui dalam menjalankan bisnisnya sudah mendapatkan keuntungan walau hanya sedikit. Karena perekonomian tanah air juga mengalami perlambatan, memberikan dampak juga kepada bisnis perusda KSDE.

“Makanya perusda nantinya akan berubah status menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) dan mulai menggarap bisnis yang lain, seperti pertanian dan perumahan,” ungkap Syafik. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top