NASIONAL

Gelar Konser di Tengah Pandemi, BPIP Sukses “Galang” Kritik

Ketua MPR Bamsoet (tengah) dan Bimbo. (Foto: MPR)

JAKARTA, Kate.id –  Pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (17/5/2020) malam menggelar konser penggalangan dana virus corona baru (Covid-19).

Namun bukannya mendapat simpati, konser di tengah pendemi itu malah mendapat banyak kritikan yang menganggap pemerintah tidak sensitif. Alhasil pemerintah pun sukses “menggalang” kritik.

Kritikan salah satunya ramai muncul di linamasa Twitter. Sampai-sampai tanda pagar (tagar) #StopKonserUnfaedah menjadi trending topic.

Masjid ditutup..akses mall dibuka, bandara juga ikutan dibuka, nah sekarang ada konser ditengah pandemi yg katanya untuk amal? WHAT WRONG WITH U? dokter dan perawat udah mati2an dirumah sakit, tapi malah buat konser? g ngerti lg,” tulis akun @Kapindiang1997 yang diakhiri tagar #StopKonserUnfaedah #TerserahIndonesia.

Gak adakah kegiatan yg lebih berfaedah ? Apa yg bisa diambil keuntungan dari sebuah konser ?? Apakah mmg prestasinya hanya bisa membuat konser yg sekelas EO pun sanggup mengadakn, padahal tenaga medis masih berjibaku tak mengenal lelah menolong pasien,” tulis akun @youl_af.

Cuma segitu kehebatannya BPIP? Digaji gede hasilnya hanya bisa bikin konser. Benar-benar nggak berguna!” sebut akun @xani021.

Hanya bisa konser, mereka tak bisa buat solusi tentang Pancasila,” ungkap @cintangku206.

Apapun masalah di negeri ini, solusinya gelar konser! Hahahaha BPIP.. BPIP,” ujar @intracardiac.

Biaya konsernya mahal nggak ya? Coba dikonversi dalam sembako,” tutur@misbahwiyono.

Wih keren, jadi BPIP itu EO konser musik to,” ucap @tama_milaisti.

Dulu ada yg menyuarakan INA bs tdk semisal mnggelar zikir & doa akbar bebarengan dr tempat masing¬≤. Kl ada yg inisiatif begitu SAYA SEPAKAT konser virtual aja bisa? Ironinya negri muslim terbesar Wapress nya pun ULAMA. yg sepakat RT,” tulis akun @PujaN9Ga.

Kritikan juga datang dari elite politik. Salah satunya Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan. Kata dia sikap para tokoh yang hadir dalam konser lantaran tak menjaga jarak satu sama lain. Sebagaimana terakam dalam foto yang diunggah anggota BPIP Benny Susetyo.

“Nyuruh rakyat untuk cegah penyebaran virus corona dengan jaga jarak, tapi dari foto konser MPR-BPIP ini sama sekali tidak diterapkan physical distancing,” ujarnya lewat akun Twitter @OssyDermawan.

Ketua MPR Membela: Belanda Masih Jauh

Bamsoet.

Kritikan terhadap penyelenggaraan konser mendapat tanggapan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo. Kata dia, masyarakat tidak perlu marah atau bersikap nyinyir menyikapi penyelenggaraan konser tersebut.

“Belanda masih jauh. Sebaiknya enggak perlu ngomel dan nyinyir. Percayalah, berbuat dan berbagi, membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan itu indah,” ujar pria yang karib disapa Bamsoet itu.

Dia menjelaskan, konser bertajuk “Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona” merupakan gagasan dari seniman dan pekerja seni. Konser ini ditujukan para seniman dan pekerja seni. Serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan seperti para peternak, nelayan dan petani yang terdampak Covid-19.

“Ini konser virtual dari rumah masing-masing. Tidak ada kumpul-kumpul, yang ada di studio hanya Bimbo dan pembawa acara,” klaimnya. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top