METROPOLIS

Kasus Covid-19 Kaltim: 190 PDP Masih Menunggu Hasil, 187 Pasien Masih Dirawat

Petugas melakukan test swab Covid-19 kepada masyarakat (Dok. Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat sudah memeriksa 745 spesimen dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Sabtu (16/5/2020). Hasilnya, 301 negatif, 253 positif, satu probable dan 190 kasus masih menunggu hasil uji lab.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyatakan, dari 253 kasus positif tersebut ada 187 pasien yang kini masih menjalani perawatan intensif. Sedangkan yang sembuh total sudah 63 orang. “Ada penambahan kasus positif 2 kasus dan sembuh 2 pasien,” kata Andi dalam keterangan persnya, Sabtu (16/5/2020).

Adapun penambahan kasus positif berasal dari Kutai Kartanegara dan Balikpapan. Dengan kode KKR 41 laki-laki 40 tahun, kasus PDP yang telah dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara sejak 9 Mei 2020 dengan rapid test reaktif.

Satu kasus dari Balikpapan merupakan BPN 46 laki-laki 70 tahun merupakan kasus kontak erat BPN 39 yang telah dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sejak 12 Mei 2020 dengan rapid test reaktif.

Dengan penambahan tersebut, Balikpapan masih menjadi wilayah penyebaran kasus Covid-19 tertinggi di Kaltim dengan 46 kasus. Disusul Kutai Kartanegara 41 kasus, Kabupaten Kutai Timur 35 kasus, Kota Samarinda 34 kasus, Kabupaten Berau 34 kasus. Kemudian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 19 kasus, Kabupaten Kutai Barat 18 kasus, Kabupaten Paser 15 kasus, Kota Bontang 11 kasus. Sementara, Kabupaten Mahakam Ulu masih menjadi zona hijau di Kaltim.

Sementara itu, dua pasien yang dinyatakan sembuh, semua berasal dari Kabupaten Paser, yaitu pasien dengan kode PSR 4, laki-laki 28 tahun dan PSR 5, Wanita 35 tahun. “Terkait Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada penambahan, totalnya tetap 745 kasus dan PDP dengan hasil negatif juga tidak ada tambahan,” jelasnya.

Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada tambahan 25 kasus dari total 9. 252 kasus, selesai pemantauan 8.491 kasus dan masih dalam proses pemantauan ada 761 kasus.

Tiga Laboratorium Siap Difungsikan

Alat PCR untuk memeriksa spesimen Covid-19 di RS Pertamina Balikpapan. (Dok. Istimewa)

Dengan banyaknya spesimen yang masih ditunggu hasilnya, dibutuhkan hasil pemeriksaan yang lebih cepat. Selama ini uji lab Covid-19 Kaltim dilakukan di laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya, Jawa Timur. Karena itu, hasil uji lab membutuhkan waktu yang lebih lama.

Mengatasi hal ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kaltim memastikan tiga laboratorium di Kaltim akan segera difungsikan untuk menguji spesimen kasus Covid-19 dari kabupaten kota di Kaltim. Ketiga laboratorium tersebut berada di RS Pertamina Balikpapan (RSPB), RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim di Samarinda.  

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan, dengan berfungsinya laboratorum tersebut diharapkan hasil uji swab dapat diketahui dengan lebih cepat. Saat ini, kata dia, ketiga laboratorium tersebut sudah didistribusikan reagen untuk menguji spesimen Covid-19 dengan metode PCR.

“RSPB sebelumnya telah mendapatkan bantuan reagen 4.800 test dari pemerintah pusat. Di RSUD AWS reagen sebanyak 1.440 test yang dipesan Pemprov Kaltim telah tiba Jumat (15/5) kemarin. Dan di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim juga mendapatkan bantuan reagen dari pemerintah pusat sebanyak 4.800 test,” sebutnya.

Andi menjelaskan, dalam waktu dekat seluruh lab tersebut sudah dapat menguji hasil swab PCR sendiri. Saat ini tinggal proses akhir sebelum akhirnya difungsikan. Ditargetkan dalam waktu dekat, pekan ini sudah dapat berfungsi.

“Tinggal proses registrasi dan terakhir perlu sedikit latihan untuk melakukan test. Ketiga PCR laburatorium ini bisa langsung memeriksa swab sendiri. Dan ini sangat menunjang pemeriksaan swab cepat. Meski begitu, BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) di Surabaya tetap menerima labkes,” tandasnya. (lim)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top